Aktivis HMI Bogor: KPK Tangkap Oknum, Yang Makan Duit Porda Miliaran

CIBINONG-
Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bogor Robby Faisal mengatakan, permasalah transparansi anggaran
Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat 2018 Di Kabupaten Bogor yang berjumlah milliaran bersumber dari uang rakyat itu. Seharusnya pihak PB Pordanya bisa menjelaskan kepada Publik agar tidak terkesan adanya permainan dari pihak-pihak yang diduga ingin mengambil keuntungan. Padahal berdasarkan informasi yang didapat oleh pihaknya. Pertama masih Robby menjelaskan,
PB Porda bentukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat (Jabar) yang panitia secara umum giat Porda tersebut adalah Bupati Bogor Nurhayanti. Kedua PT Kreasi Jakarta Indotama, EO untuk acara pembukaan dan penutupan acara Porda yang bekerja sama dengan PB Porda mendapatkan uang 10 miliar.

“Maka degan tugas kami akan segara melakukan demo ke Pemkab Bogor, untuk mempertanyakan semuanya, agar warga bisa mengetahui ini, dan Meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segara bertindak karena ada Dugaan Dana Porda jadi bancakan Pejabat Pemkab Bogor,” tegas pria yang biasa disapa botol itu.

Sebelumnya, Ketua Harian PB Porda Rustandi mengatakan, bila masyarakat meragukan soal keterbukaan dana Porda tersebut, adalah dana hibah bersama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena bagian. Dan apakah anda pernah lihat APBD dipaparkan kepada warga mulai dari a,b sampai c. Sedangkan ranahnya dari pihaknya adalah, bagaimana penyusunan hibah itu sama saja dengan yang lainnya tidak berbeda.

“Seperti bahasan dewan, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan kemudian itu dipublikasikan juga. Cuman kalau secara detailnya AX rupiah tidak juga pada posisi itu,” kilah Rustandi saat ditemui bogorOnline.com usia menghadiri diskusi Kelompok Kerja Wartawan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor di lobi utama gedung Dewan Kamis (27/9/18).

Rustandi menambahkan, karena dana hibah titik beratnya dengan yang lain pada dasarnya sama, sehingga ranahahnya ketika dirinya ingin menyampaikan transparansi itu, pada saat APBD akan ditetapkan, yaitu ketika pada malam harinya dan itu sudah dipublikasikan. Jadi tidak pada posisi, misalkan dana ini, rapat ini sekian X rupiah tidak seperti itu yang harus dijelaskan oleh pihaknya.
“Itulah yang bisa saya jelaskan, seperti itu,” dalihnya.

Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor mulai bersuara terkait tidak transparannya Anggaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) Oktober yang diduga mencapai Rp.155 miliar di Bumi Tegar Beriman.
Kepala Dispora Pemkab Bogor Yusuf Sadeli mengatakan, mengenai kegiatan olahraga tersebut yang pertama perlu diketahui adalah itu hajat dari Jabar. Sedangkan Kabupaten Bogor hanya menjadi tuan rumah dalam perhelatan itu dan pihaknya sudah menyatakan siap guna acara tersebut.

“Mengenai dana yang diterima bersumber dari Jabar sekitar 10 miliar dan Kabupaten Bogor kurang lebih Rp 133 miliar,” katanya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya.

Yusuf menambahkan, dana tersebut yang mana pihaknya sebagai penyelenggara sesuai degan Surat Keputusan (SK) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Propinsi Jabar yang telah dibentuk panitia (PB). Diketuai oleh Bupati Bogor Nurhayanti beserta
Propinsi maupun kabupaten, untuk mengelola dana tersebut yang dialokasikan untuk kegiatan pertandingan nanti. Mulai dari pembukan, penyelanggaraan, perangkat pertandingan dan penutupan. Sehingga dirinya rasa semua suduh, diupayakan untuk transparan dana Porda kali ini.

“Ini semua sudah terang menderang,” tambahnya.(rul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *