BOS BATIK MERUGI RATUSAN JUTA, SETELAH PABRIK MILIKNYA HANGUS TERBAKAR

 

PARUNGPANJANG – Salah seorang pemilik perusahaan komnveksi produksi kain batik yang bernama Atiyong (40) tahun mengalami kerugian ratusan juta rupiah, setelah pabrik miliknya hangus terbakar.

Kebakaran yang menimpa pabrik konveksi kain batik di Kampung Lumpang RT 002/003 Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang, dipicu kebocoran pada tabung gas di salah satu ruangan cetak pada, Senin 8/10/2018, pukul 17, 00 WIB.

Banyaknya kain dan bahan yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat merambat kesudut ruangan. Dari rekaman Vidio yang didapat bogoronline.com, api yang membesar menimbulkan kepulan asap hitam melambung tinggi keatas, yang bersal dari api membakar ruangan cetak kain batik.

Para pekerja komveksi berhamburan setelah melihat api mulai merambat. Kariawan mulai panik sambil membawa bahan-bahan kain batik. Tak hanya itu, sejumlah karyawan tampak panik melihat api melahap bangunan pabrik dalam waktu singkat.

Kanit reskrim Polsek Parungpanjang, Iptu Irwan Alexsander membenarkan peristiwa kebakaran pabrik yang memproduksi kain batik. Menurutnya, kejadian itu diduga berasal dari kobocoran tabung gas.

Ia menegaskan, dari keterangan kedua saksi yang merupakan pekerja pabrik Toni (53) dan adik kandung pemilik pabrik Rudi (32) bahwa kebakaran pabrik pembuatan baju atau kain batik yang diduga adanya kebocoran tabung gas diruangan cetak, sehingga tabung gas tersebut meledak sehingga terjadi kebakaran.

“Kemudian api membakar kain-kain dan bangunan yang ada di dalam pabrik. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian di alami korban diperkirakan Rp.700 Juta Rupiah,” pungkasnya. (MUL)