Tim Ridwan Kamil Mulai Survei Jalur Khusus Tambang, Egi GW minta Bupati Berperan Aktif

PARUNGPANJANG – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Wibhawa meminta Bupati Bogor mengerahkan semua potensi yang ada untuk mendukung langkah Gubernur Ridwan Kamil membangun jalur khusus angkutan tambang. Hasil rapat lintas sektoral yang dipimpin asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, telah memutuskan menyepakati jalur yang akan dijadikan jalur khusus angkutan tambang.
“Dalam perencanaan jalur khusus angkutan tambang, itu banyak sekali jalur Kabupaten Bogor yang dilewati dan itu kewenanganya ada di Bupati Bogor. Karena itu sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor saya meminta agar Pemerintah Kabupaten Bogor berperan aktif dalam permasalahan ini,” ujarnya.
Rapat pada Selasa (9/10) yang dihadiri, Kepala Dinas BPPD Prov. Jawa Barat, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Prov. Jawa Barat, Kepala Dinas ESDM Prov. Jawa Barat, Kepala Dinas Lingkungan Hodip Prov. Jawa Barat, Kepala Dinas PMPT Satu Pintu Prov. Jawa Barat, Kepala Dinas Perhubungan Prov. Jawa Barat, Kasat Lantas Polres Bogor, Kepala Biro Pengendali dan Pembangunan Setda Prov. Jawa Barat, Kepala UPTD Pengelola Jalan dan Jembatan Wil Pel II Cianjur, Kepala Cabang Dinas ESDM Wil II Bogor, Pengusaha Tambang.
Rapat antara lain membahas jalan khusus tambang meliputi TRASE A – B – D (Pertigaan Lebak Wangi – Desa Kerta Jaya – Jl. Raya Gunung Maloko – Jalan Raya Cisauk Legok) Panjang = 9.00 Km Kebutuhan Lahan 18.00 Ha dan TRASE A – B – C (Ds. Cipinang – Desa Kerta Jaya – Jl. Raya Gunung Maloko – Jl. Raya Cisauk Legok) Panjang 7.30 Km dan Kebutuhan Lahan 14.60 Ha. Hari ini, Dinas ESDM dan perwakilan perusahaan tambang sudah mulai melakukan survey untuk jalur trase B-D.
Selain itu, Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan akan mulai melakukan rekayasa lalulintas. Rekayasa lalu lintas yang dipilih adalah Alternatif 1 yakni semua akses masuk via Gunung Sindur- Suradita, dan Cisauk / Nengnong sementara untuk akses keluar melalui Jalan Parung Panjang (dibuat 1 (satu) arah)dan jalur Gunung Sindur. Rekayasa Lalu Lintas dimulai pada hari Selasa, 16 Oktober 2018, sedangkan sosialisasi dimulai sejak hari Selasa, 9 Oktober 2018.
Egi mengapreasiasi langkah taktis yang dilakukan oleh Ridwan Kamil dalam menindaklanjuti hasil pertemuan dan dialog dengan perwakilan masyarakat di SMK Bina Putra Mandiri Parungpanjang pada Selasa (25) yang lalu. “Kita merasakan tahapan-tahapan yang dilaksanakan sangat maju. Karena itu ini butuh peran aktif dari Pemerintah Kabupaten Bogor,” tandasnya (*)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *