Korban Nyawa Terus Berjatuhan, Egi GW Ajak Warga dan Pelajar Do’a Bersama di Jalan Raya Parungpanjang

PARUNGPANJANG  – Ratusan warga dan siswa sekolah di Kecamatan Parungpanjang menggelar sholat  gaib, sholat hajat dan do’a bersama untuk keselamatan para pengendara di jalan raya Parungpanjang-Bunar. Aksi yang dipusatkan di lapangan Parungpanjang itu, dilatarbelakangi banyaknya korban nyawa akibat  kecelakaan lalulintas di jalan provinsi yang dilalui ribuan truk tronton tersebut setiap hari.

“Sholat gaib,  sholat hajat dan do’a bersama ini kita khususkan untuk para korban meninggal akibat kecelakaan di jalan Parungpanjang ini, khususnya untuk ananda Dita Amelia alumni SMK BPM yang pada akhir pekan kemarin menjadi korban. Kami berdoa agar tidak ada lagi korban berikutnya,” ujar, Egi Gunadhi Wibhawa, anggota komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, yang juga pendiri SMK tersebut.

Egi mengatakan, ia dan warga Parungpanjang telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Upaya tersebut antara lain mendesak pemerintah provinsi Jabar dan Kabupaten Bogor untuk segera mengambil langkah efektif menyelesaikan ruwetnya masalah lalulintas di jalan tersebut. “Kami meminta agar pemerintah yang memiliki kewenangan terhadap laluintas di jalan ini mengambil tindakan yang tegas. Kita tidak boleh membiarkan korban terus berjatuhan karena pelanggaran lalulintas yang seolah dibiarkan,” katanya.

Sebelumnya, kecelakaan lalulintas melibatkan kendaraan membuat  seorang gadis cantik meregang nyawa akibat terlindas truk tronton di Jalan Raya Parungpanjang-Bunar, tepatnya di  Kampung Cijapar, Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang, Sabtu 20/10/2018. Korban merupakan alumni dari SMK BPM Parungpanjang.

“Doa bersama siswa dan masayarakat ini bentuk keprihatinan adanya banyaknya korban kecelakaan lalulintas truk angkutan tambang, “kata Wawan Guru di SMK BPM, kepada bogoronline.com.

Wawan mengatakan, korban bernama Dita Amelia (22) merupakan alumni SMK BPM angkatan ke 7 tahun 2016.

“Sebetulnya, dalam melantunkan doa bersama bisa di tempat yang lebih tepat. Namun kami melakukannya di jalan karena ingin menarik perhatian dari pemangku kebijakan atau pejabat pemerintah untuk  memberikan langkah terbaik, “imbuhnya.

Selain dihadiri anggota DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Wibhawa, Danramil Parungpanjang kapt Inf Agus Purnama, serta ratusan pelajar baik pria dan wanita hadir dalam kegiatan. Massa sempat menggelar sajadah di jalan raya, sebelum akhirnya pindah ke tengah lapangan.

Danramil Parungpanjang mengatakan, kegiatan tersebut merupakan suatu hal yang wajar dan logis, sebagai bentuk kepedulian dari nilai-nilai dasar kemanusiaan.

“Semoga saja, kejadian kecelakaan lalu lintas kemarin menjadi yang terakhir kalinya, tentu kita berdoa dan meminta pertolongan hanya kepada Allah Subhana Wata’ala. Apalagi korban yang meninggal dunia adalah salah satu alumni dari SMK BPM tersebut. Sudah pasti teman-temannya sangat merasa kehilangan atas kepergian korban,” ujar Danramil.

Kapten (Inf) Agus Purnama nenambahkan, ada satu istilah dalam kehidupan yaitu terkuring dan berhadapan dengan tembok. Dimana seorang manusia, lanjutnya, tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya bisa meminta pertolongan kepada Tuhan.

“Mudah-mudahan dengan menggelar do’a bersama, Tuhan memberikan kesadaran kepada semua pihak. Karena intinya, masyarakat Parungpanjang hanya menginginkan tegaknya hukum dan peraturan,” jelas Danramil Parungpanjang. (*)

Warga dan Siswa SMK BPM menggelar do’a bersama di jalan raya Parungpanjang-Bunar,




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *