Kilas

Menggali Potensi Budaya Lokal Perlu Dukunagn Pemerintah

Hiburan – Workshop Bimbingan Seni dan Budaya untuk pembinaan seni teater diselenggarakan di Kecamatan Tenjo dengan melibatkan 100 pemuda pemudi Kecamatan Tenjo yang memiliki minat dan bakat di bidang teater. Ke-100 orang tersebut terdiri dari peserta workshop, pemain dan penggiat teater di Kecamatan Tenjo dan undangan.
Kegiatan diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Bidang Kebudayaan. Kegiatan diselenggarakan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap nilai seni dan budaya lokal. Kegiatan diselenggarakan di empat kecamatan, dua Kecamatan untuk pembimbingan seni peran (Kec. Parung Panjang dan Jasinga) dan dua kecamatan untuk pendampingan seni teater (Kecamatan Tenjo dan Rumpin). Pemilihan kedua bidang tersebut atas dasar usulan dari Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor. Kegiatan tahap pertama dan kedua telah dilakukan di Kecamatan Parung Panjang dan Jasinga untuk pendampingan seni peran. Kegiatan tahap ketiga dilakukan di Kecamatan Tenjo dengan fokus pendampingan seni teater. Kegiatan workshop dilakukan di Aula SMPN I Kecamatan Tenjo.

Sekretaris Konisi IV DPRD Kab Bogor Egi Gunadhi Wibhawa

Workshop merupakan kegiatan penutup setelah sebelumnya dilakukan pendampingan pengembangan bakat dan minat seni teater kepada pemuda/I Kecamatan Tenjo. Kegiatan pendampingan dilakukan selama satu bulan September-Oktober dengan melibatkan 30 orang pemuda pemudi Tenjo. Peserta, penulis naskah, pelatih dan sutradara merupakan masyarakat Kecamatan Tenjo sendiri. Latihan setiap hari yang dilakukan peserta membuahkan hasil sebuah pementasan teater berjudul Reportoar Max Havelar. Pementasan teater tersebut menceritakan tentang pemberontakan asisten residen Rangkas Bitung kepada pimpinan yang lebih tinggi karena penindasan kepada rakyat kecil. Berperan sebagai pemeran utama, Harto Wijaya, penulis naskah D.C. Aryadi dan sutradara Toimin, guru SMPN I Tenjo. Seluruh pemain, penulis naskah dan sutradara adalah pemuda pemudi asli Tenjo.

Keterlibatan masyarakat lokal dalam menggali budaya lokal merupakan hal yang ditekankan oleh Edi Gunadhi Wibhawa, SP., MM. Menurutnya, ini merupakan amanah yang diembankan masyarakat kepadanya sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor Komis IV komisi yang membidangi pengembangan seni dan budaya. Kegiatan seharusnya dilakukan dari dan oleh masyarakat sendiri. Oleh karenanya kegiatan dilaksanakan di Tenjo sendiri dan dilakukan dalam bentuk produksi karya mereka. Workshop hanya menjadi ajang pertunjukkan dan penambahan ilmu pengetahuan dari praktisi-praktisi di bidang teater. Selanjutnya, menurutnya, pengembangan seni peran merupakan bagian dari pengembangan ekonomi kreatif yang potensial dikembangkan untuk menggantikan ekonomi berbasis eksploitasi sumberdaya alam.
Pernyataan Egi ini disepakati oleh Hilman Setiawan, SH, MM. Kabid Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Bogor. Menurutnya, dukungan pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor pada pengembangan kebudayaan lokal akan selalu dilakukan. Senada dengan Egi, Hilman menyampaikan bahwa kreativitas pemuda pemudi merupakan potensi pengembangan ekonomi kreatif yang dapat menjadi jalan alternative dalam pengembangan potensi lokal.

Pembicara-pembicara ahli dan telah berkiprah di tingkat nasional dihadirkan dalam workshop ini, ada sutradara Rico Dewantoro yang telah menyutradarai lebih dari 30 judul film dan sinetron di TV nasional Indonesia da nada Exan Zen penulis cerita dan skenario, salah satunya skenario dari film Jembatan Pensil. Rico Dewantoro menyampaikan berlatih teater memerlukan kesungguhan untuk terus berlatih dan memerlukan komunitas untuk mengembangkan diri. Lanjut Rico, Tenjo beruntung memiliki camat dan memiliki tokoh-tokoh budayawan serta pemuda yang mendukung pengembangan seni dan budaya di Kecamatan Tenjo. Hal ini meneruskan tantangan Camat Tenjo,  yang mendukung pemuda/I Tenjo untuk memproduksi satu cerita atau film setiap tahun. Exan Zen lebih menekankan pada proses belajar menulis dan mengungkapkan ekspresi melalui tulisan. Kedua pembicara sepakat, tidak ada yang tidak mungkin dilakukan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh dua artis nasional, Taufik Lala dan Isa Api, artis senior nasional yang datang dan memotivasi pemuda/I Tenjo untuk terus berkarya. Dengan gaya yang lucu mereka menceritakan pengalaman mereka di bidang seni peran. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberi inspirasi bagi pemuda/I Tenjo. (FH)