Kilas

Diduga Lakukan Tipu-Tipu, Oknum Notaris SH Gunungputri Dilaporkan Ke Polisi

GUNUNGPUTRI-
Diduga lakukan penipuan berupa pembuatan Akta Jual Beli (AJB) sampai sertifikat tanah sebesar Rp 139.500.000.
Terhadap Rodiyana warga Griya Bukit Jaya Blok T 8, RT 09/24, Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunungputri,
Kabupaten Bogor. Oknum Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Inisal SH yang berkantor di Jalan
Griya Bukit Jaya Blok l-1 No 3A, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunungputri bakal dilaporkan Polisi.

Lucky Elza Aditya Kuasa Hukum Rodiyana mengatakan, pihaknya segera melaporkan kasus dugaan penipuan tersebut kepada Aparatur penegak hukum. Lantaran kliennya sudah merasa di tipu oleh SH, yang sampai saat ini
sertifikat tanah belum juga beres, serta uang milik korban. Belum juga dikembalikan kurang lebih 85,8 juta dari total 139.500.000 yang terucap serta tertuang pada perjanjian 15 Oktober 2018 di atas materai yang sudah ditangani oleh oknum tersebut. Sesuai dengan Pasal Penipuan dan Penggelapan 372 juncto 378 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) yang berbunyi sebagai berikut. Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki suatu benda yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan. Diancam karena penggelapan dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun. Ditambah lanjutnya menerangkan, Pasal 378 yang berbunyi sebagai berikut, barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum. Dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakan orang lain. Untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang.

“Diancam karena penipuan dengan pidana penjara 4 (empat) tahun,” tegasnya kepada Wartawan di Gunungputri.

Terpisah saat bogorOnline.com mencoba mengkonfirmasi terkait masalah di atas dengan mendatangi kantor SH, terlihat jelas dalam kondisi tertutup rapat dan tidak ada satupun pekerja yang ada di kantor notaris itu.

“Iya sudah pada pulang kali bang, soalnya dari tadi saya tidak melihat ada yang ngotor di situ,” singkat salah satu pemilik Rumah Toko (Ruko) yang tepat berdekatan dengan kantor SH belum lama ini.

Berikutnya media mencoba kembali menyakan kepada SH atas dugaan tipu-tipu itu, melalui telepon seluler pribadinya kurang lebih sebanyak 5 kali tidak juga ada tanggapan sama sekali. Baik secara telpon, Short Message Service (SMS) dan WhatsApp Messenger (WA) kemarin.(rul)

Ada