by

Strategi Caleg, Tentukan Nasib Parpol Baru

 

CIBINONG – Partai Baru mesti berjuang keras untuk lolos parliementary Threshold 4 persen dari jumlah suara pemilih dan mendudukkan calegnya di DPR RI. Strategi calon anggota legislatif menjadi kunci untuk memenuhi target tersebut.

Direktur Democracy and Electroral Empowerment Partnership (DEEP), Yus Fitriadi mengatakan, peran partai pengusung dan caleg dari partai baru yang mengikuti kontestasi di Pemilu Legislatif sangat menentukan. Namun sayangnya, sejauh ini partai masih belum memainkan perannya dengan baik. “Dari hasil sejumlah lembaga survei, yang potensial lolos hanya 8 partai,” ujarnya, disela diskusi Strategi Caleg Partai Baru di Pemilu 2019, yang digelar, Lembaga Studi Visi Nusantara Maju, di Cibinong, Jum’at (23/11).

Yus menilai, Partai masih terjebak isu-isu yang tidak tidak substansial dan bahkan menggiring masifnya isu politik identitas yang berpotensi memecah persatuan bangsa. Disaat yang bersamaan, pemerintah dan penyelenggara pemilu juga tidak memiliki terobosan regulasi untuk menjaring partisipasi dan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat. “Bayangkan saja, KPU mencetak alat peraga kampanye dengan Poto caleg yang kecil-kecil, siapa yang mau baca?,” katanya

Yus berharap, dalam beberapa bulan ke depan, isu Daftar pemilih, isu dana kampanye dan isu politik identitas menjadi isu yang dikemukakan parpol dan caleg. visi misi partai dan program caleg, juga harus memenuhi ruang media sosial dan media massa yang menjadi konsumsi calon pemilih.

Caleg PSI, Fajar Riza Ul Haq menyadari kondisi itu. menurut dia, PSI yang didominasi milenial memberikan tawaran baru. “PSI ada program yang dinamakan bersih-bersih parlemen, reformasi birokrasi penting tapi reformasi parlemen juga tidak kalah penting,” katanya.

terkait peluang PSI untuk lolos parlemen, Fajar meyakini dengan program dan kreatifitas yang dilakukan PSI bisa mempengaruhi pemilih. “Hasil kajian kami, 70 persen pemilih tidak memiliki afiliasi kepada partai politik. Mereka menentukan pilihan berdasarkan isu dan kreatifitas partai,” kata Fajar.

Caleg Partai Berkarya, Gunawan Hasan, menargetkan meraih 250 ribu suara pemilih Kabupaten Bogor. Gunawan yang pernah menjadi dua kali menjadi calon Bupati Bogor yakin bisa mencapai target itu. “Di Pilbup kemarin saya bersama Dicky Rhoma Irama mendapat 100 ribu lebih suara, saya tidak klaim itu bisa pilih saya semua di Pileg tapi 60 persen saya yakin masih memilih saya,” katanya.

Eva mutia, Caleg Partai Perindo mengatakan, dukungan MNC Group yang merupakan media milik Hary Tanoe, Ketum Partai Perindo sangat membantu caleg untuk menyampaikan visi dan program mereka.

Diskusi berlangsung cukup hangat, Ketua Lembaga Studi Visi Nusantara Maju, Ramdan Nugraha mengatakan, diskusi ini diharapkan menjadi ruang untuk mencerdaskan pemilih dalam menentukan pilihan di Pilpres dan Pemilu 2019 yang akan datang. “Diskusi semacam ini sangat kita butuhkan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat Kabupaten Bogor,” tandasnya (ful)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed