Dinkes Kabupaten Bogor Salahkan RS Annisa, Yang Buang Pasien Sembarangan

CITEUREUP-

Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdis)
Kabupaten Bogor Erwin Suryana mengatakan, mengenai masalah yang sudah dilakukan oleh pihak Rumah Sakit (RS) Annisa, Jalan Raya Karanggan No. 02, Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Terhadap pasiennya yang bernama Naili Zulpa (8 bulan), warga Kampung Nyangkokot, RT01/05 Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup. Itu adalah kesalahan yang sudah dilakukan oleh pihak Annisa.
Kerena memberikan surat rujukan tidak sesuai dengan aturan.

“Seharusnya RS itu memberikan surat ke Rumah Sakit yang ada di wilayah dahulu jangan langsung ke Pusat,” tegas Erwin saat dihubungi bogorOnline.com kemarin.

Sebelumnya, memang susah jadi orang miskin mau berobat saja harus ke Pontang-panting hal tersebut seperti yang dialami Naili Zulpa (8 bulan). Buah hati pasangan Cep Lani dan Eva Marlina.

Cep mengatakan, kejadian yang hampir saja merenggut nyawa anaknya itu berawal ketika sang bayi mengalami gelagak aneh. Ketika usai menyusui mendadak Naili sesak nafas sambil meronta-ronta dan dirinya langsung membawa si anak ke Rumah Sakit (RS)
Annisa, Jalan Raya Karanggan No. 02, Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup belum lama ini.

Masih Cep menerangkan, sesampainya di Rumah Sakit tersebut anaknya hanya dikasih oksigen dan dicek, tapi tidak dikasih obat. Justru malah di rujuk ke
ke RSCM Jakarta dengan menggunakan Ambulance yang dipungut biaya Rp 2 juta plus tambahnya 200 ribu. Anehnya lagi lanjut ia menjelaskan, sesampai di Jakarta pihak RS mengatakan tidak ada itu rujukan dari Annisa untuk anaknya.
Sehingga dengan pasrah dirinya bersama sang istri pulang ke RS Annisa.

“Sampai Annisa malah saya dicuekin, katanya sudah dirujuk malah balik lagi. Sekarang bagai mana ga balik lagi orang sudah sampai di sana malah ga ada rujukan yang masuk,” kesalnya saat ditemui bogorOnline.com di Citeureup Senin (5/11/18).

Terpisah saat bogorOnline.com mencoba menanyakan kejadian di atas ke RS Annisa melalui bagian Customer Service bernama Noviani malah mengatakan,
Humasnya Yani Mulyani sedang tak ada di tempat. Kalau datang pagi saja di jam kerja.

“Saat ini sudah pulang semua tidak ada yang bisa ditemui,” katanya kepada Wartawan di lokasi.(rul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *