GMKI Bogor Minta KPK Tangkap, Penjahat Duit Porda Miliaran

CIBINONG-
Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Bogor (GMKI) Bernard Rumpedai mengatakan, ketidak jelasan penggunaan, anggaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat (Jabar) di Kabupaten Bogor yang mencapai Rp 155 miliar tersebut sampai hari ini. Membuat lanjut Bernard menjelaskan, masyarakat semakin bertanya-tanya dikemanakan uang milik rakyat yang berjumlah miliaran tersebut oleh para penyelenggara (PB Porda).

“Sehingga wajar saja kami selaku perwakilan dari masyarakat Bumi Tegar Beriman, menduga adanya Mafia duit Porda tersebut,” tegas Bernard saat dihubungi bogorOnline.com Kamis (1/11/18).

Bernard menambahkan, dengan melihat indikasi adanya dugaan oknum Pejabat Pemkab Bogor yang bermain dengan uang rakyat itu. Maka pihaknya meminta kepada aparat Penagak Hukum, mulai dari Kejaksaan negeri (Kejari), Polisi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Untuk secepatnya mengusut tuntas para Penjahat duit Porda miliaran itu, sesuai
peraturan yang ada.

“Bila masalah dana miliaran ini tidak juga bisa dijelaskan oleh para terkait, kami akan demo Pemkab Bogor segera,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak PB seraya melempar handuk ketika ditanya transparansi anggaran yang berjumlah milyaran untuk Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XIII, Jawa Barat (Jabar) 6-15 Oktober 2018 di Bumi Tegar Beriman. Hal itu seperti penjelasan dari Ketua Harian PB Porda Rustandi mengatakan, bila masyarakat meragukan soal keterbukaan dana Porda tersebut, adalah dana hibah bersama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena bagian. Dan apakah anda pernah lihat APBD dipaparkan kepada warga mulai dari a,b sampai c. Sedangkan ranahnya dari pihaknya adalah, bagaimana penyusunan hibah itu sama saja dengan yang lainnya tidak berbeda.

“Seperti bahasan Dewan, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan kemudian itu dipublikasikan juga. Cuman kalau secara detailnya AX rupiah tidak juga pada posisi itu,” kilah Rustandi saat ditemui bogorOnline.com usia menghadiri diskusi Kelompok Kerja Wartawan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor di lobi utama gedung Dewan Kamis (27/9/18).

Rustandi menambahkan, karena dana hibah titik beratnya dengan yang lain pada dasarnya sama, sehingga ranahahnya ketika dirinya ingin menyampaikan transparansi itu, pada saat APBD akan ditetapkan, yaitu ketika pada malam harinya dan itu sudah dipublikasikan. Jadi tidak pada posisi, misalkan dana ini, rapat ini sekian X rupiah tidak seperti itu yang harus dijelaskan oleh pihaknya.

“Itulah yang bisa saya jelaskan, seperti itu,” dalihnya.

Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor mulai bersuara terkait tidak transparannya Anggaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) Oktober yang diduga mencapai Rp.155 miliar di Bumi Tegar Beriman.

Kepala Dispora Pemkab Bogor Yusuf Sadeli mengatakan, mengenai kegiatan olahraga tersebut yang pertama perlu diketahui adalah itu hajat dari Jabar. Sedangkan Kabupaten Bogor hanya menjadi tuan rumah dalam perhelatan itu dan pihaknya sudah menyatakan siap guna acara tersebut.

“Mengenai dana yang diterima bersumber dari Jabar sekitar 10 miliar dan Kabupaten Bogor kurang lebih Rp 133 miliar,” katanya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya.

Yusuf menambahkan, dana tersebut yang mana pihaknya sebagai penyelenggara sesuai degan Surat Keputusan (SK) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Propinsi Jabar yang telah dibentuk panitia (PB). Diketuai oleh Bupati Bogor Nurhayanti beserta Propinsi maupun kabupaten, untuk mengelola dana tersebut yang dialokasikan untuk kegiatan pertandingan nanti. Mulai dari pembukan, penyelanggaraan, perangkat pertandingan dan penutupan. Sehingga dirinya rasa semua suduh, diupayakan untuk transparan dana Porda kali ini.

“Ini semua sudah terang menderang,” tambahnya.

Kepala Bidang Layanan Komunikasi dan Informatika pada Dinas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor Betty Sugiarti mengatakan, untuk dana publikasi mencapai 3 miliar ketika Porda kemarin, dimana sejumlah anggaran tersebut digunakan untuk. Publikasi sejumlah media online dan Cetak lokal, reguional, media televisi dan radio.

“Kalau nggak salah ada 9 sampai 10 media lokal dan regional dan anggaran permedia beragam Online 2 juta dan Advetorial Lokal 5 juta,” dalihnya saat dihubungi bogorOnline.com Sabtu (20/10/18).

Namun ketika ditanyakan sisa anggaran dari tiga M tersebut Betty mengatakan,
telah memiliki pelapor data yang jumlahnya 60 orang yang memberikan data. Ditambah media center dan tempat jumpa pers. Masih Betty memaparkan, pihaknya juga harus memantau venue, persiapan pembukaan, pelaksanaan dan penutupan serta publikasi media luar ruang. Ketika terus didesak lebih jauh lagi kemana sisa anggaran sebanyak miliaran tersebut Betty malah meninggalkan percakapan.

“Sudah dulu ya, saya ada tamu,” kilahnya.(rul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *