SOAL JEMBATAN PANYEMIR, PEMERINTAH KECAMATAN RUMPIN AKAN KIRIMKAN SURAT KE BUPATI BOGOR

 

RUMPIN – Banyaknya sorotan dan pemberitaan terkait rusaknya jembatan Panyemir sebagai sarana infrastruktur jembatan penghubung dua kecamatan yaitu Rumpin dan Parungpanjang mendapat perhatian dari Pemerintah Kecamatan Rumpin. Kerusakan jembatan yang di bangun dengan hamparan papan dan potongan bambu ini,  memang cukup meresahkan warga dan pengendara sepeda motor yang kerap melintasi jembatan tersebut.

Pemerintah Kecamatan Rumpin berjanji akan mengirim surat secara langsung ke Bupati Bogor. “Nanti kita akan kirimkan surat langsung ke Bupati Bogor,” ungkap Kurnia Indra Sekretaris Kecamatan Rumpin kepada sejumblah wartawan, Rabu (14/11/2018).

Kurnia Indra mengatakan, kewenangan terhadap sarana jembatan Panyemir itu sebetulnya ada di pemerintah desa (Pemdes). Namun jembatan yang menjadi akses antara dua desa yaitu Desa Mekarsari Kevamatan Rumpin dan Desa Cikuda Kecamatan Parungpanjang tersebut, tidak mungkin di bangun dengan menggunakan anggaran desa.

“Sebab jembatan yang memilki panjang 40 meter dan lebar 2 meter lebih itu, jika diperbaiki secara total pasti memakan biaya yang cukup besar. Jadi kalau desa tidak mungkin untuk membangun jembatan tersebut,” katanya.

Lebih lanjut Kurnia menambahkan, sebaiknya perbaikan jembatan yang merupakan akses penghubung dua desa itu seharusnya dikerjakan secara gotong royong atau bersama – sama oleh Pemerintaj Desa Cikuda dan Pemerintah Desa Mekarsari.

“Dua desa itu harus kompak untuk memberikan anggaran pembangunan jembatan Panyemir tersebut. Tapi kami akan tetap laporkan kondisi dan fungsi jembatan ini langsung ke Pemkab Bogor.” Pungkasnya. (MUL)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *