Masalah Parungpanjang, Ade Yasin : Harap Bersabar, Bupati Tidak Tinggal Diam

CIBINONG – Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin memastikan Pemerintah Kabupaten Bogor serius mencarikan solusi permasalahan jalan Parungpanjang-Bunar, yang dilintasi angkutan tambang. Hari ini, Senin (14/1) Ade Yasin dan Wakilnya Iwan Setiawan akan memanggil berbagai pihak untuk membahas masalah tersebut di Pendopo Bupati.
“Hari ini saya akan full day meeting untuk membahas masalah Parungpanjang. Pagi sampai dengan siang rapat dengan Dishub dan Dinas-dinas terkait. Sorenya saya akan bertemu dengan investor untuk ekspose rencana jalan tambang,” ujar, Ade Yasin dalam akun instagramnya.

Ade mengatakan, masalah Jalan Parungpanjang ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Kabupaten Bogor karena menyangkut kewenangan tiga propinsi yaitu, Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Apalagi, Kabupaten Bogor hanya berwenang pada tahap usulan saja bukan kebijakan. Ade mengungkapkan dirinya sudah bertemu dengan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil untuk sama-sama mencari solusi, khususnya terkait jalan tambang. “Sementara ini, saya hanya bilang Bersabar dahulu. Bupati tidak tinggal diam, dan tidak perlu banyak bicara tanpa tindakan nyata,” katanya.

Ade pun meminta pendapat netizen untuk mendapat masukan cara mengurai masalah ini.

“Kami siap bersabar dan siap menunggu, namun menunggu yang besar dan solusi yang konkrit. Sambil menunggu mohon kerahkan untuk mengawasi jalannya. Karena petugas kepolisian dan DLLAJ yang ada sangat minim sekali sehingga kalau pagi kewalahan mengatur arus lalulintas kendaran yang bagaikan air di sungai. Semoga saja Ibu Bupati dan jajarannya, mau juga memahami dan memaklumi keadaan kami,” tulis akun kang_didinu.

Netizen lainnya¬† menyarankan agar Pemerintah memaksa pihak perusahaan menyediakan kantong parkir sehingga tidak memarkir kendaraan di badan jalan saat jam operasional berlangsung. “Kantong (tempat) parkir bukannya kewajiban pengusaha? Kok jadi Pemkab Bogor yang bingung memikirkan,” tulis akun kryptone99.

Seperti diketahui Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengeluarkan aturan melarang truk melintas dari mulai pukul 05.00 sampai 22.00. Pemberlakuan jam tayang oleh Bupati Tangerang itu hannys menyisakan 7 jam bagi transpoter mengangkut material dari perusahaan ke lokasi pengiriman. Kebijakan daerah tetangga ini, mengakibatkan kemacetan di jalan Parungpanjang-Bunar semakin parah dan membuka ruang konflik horizontal yang semakin besar (ful)