Tak Respon Acara Kursus Pemilu dan Demokrasi, Ilham : Saya Baru Terima Undangan Kemarin

 

CIBINONG – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ilham Permana membantah dirinya tidak merespon undangan DEEP dan Lembaga Visi Nusantara Maju untuk acara Kursus Singkat (KurSi) Pemilu dan Demokrasi Bagi Kelompok Milenial di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor, Minggu (13/01/2019). Ilham mengaku tidak tahu kalau dirinya diundang untuk menjadi narasumber.
“Saya kemarin baru tahu kalau jadi narasumber. Kemarin juga baru terima suratnya. Menurut info dari setwan baru masuk kemarin Sabtu. Mana mungkin saya membatalkan jadwal yang sudah teragendakan sebelumnya dan memilih jadwal yang baru masuk sehari sebelumnya dan undangan datang bukan di hari kerja,” ujarnya.

Ilham mengungkapkan, ketihadirannya sebagai pembuka acara lantaran memiliki agenda mendampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Bupati Bogor melaksanakan solat subuh keliling di Desa Cilember, Kecamatan Cisarua.

“Terus jam 8 pagi sampai 14.30 mendampingi Ketum Golkar sama gubernur menghadiri Maulid Akbar di Majelis Bin Yah pimpinan Habib Usman Bin Yahya di Cisarua,” katanya lewat pesan singkat, Minggu (13/01/2019) sore.

Dia pun memohon maaf tidak bisa hadir kursus yang digelar Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) dan Lembaga Studi Visi Nusantara Maju (LS-ViNus) itu.


Sebelumnya Direktur DEEP, Yusfitriadi menyayangkan ketidakhadiran Ilham, yang seharusnya bisa memberi contoh yang baik terhadap advokasi dan pendidikan politik. Yus menilai Ilham tidak memiliki etika, lemah dalam komunikasi politik dan tidak memiliki niat baik untuk membangun generasi muda untuk melek politik.

“Ketua DPRD Kabupaten Bogor tidak memiliki mindset pendidikan politik. Saya berharap ke depan masyarakat cerdas dalam memilih calon anggota legiaslatif dan didorong untuk memilih wakil rakyat yang berpihak kepada penyiapan kapasitas generasi ke depan,” kata Yus.

Menurutnya, sikap Ilham tidak sejalan dengan yang digembar-gemborkan calon anggota legislatif, lembaga politik, partai politik dan penyelenggara pemilu bahwa, masyarakat agar menjadi pemilih cerdas dan bertanggung jawab.

“Logika sederhana saja. Saat kita bicara soal kecerdasan dan tanggung jawab dalam konteks apapun, maka perlu proses pendidikan, termasuk dalam menentukan pemimpin. Tapi Ketua DPRD tidak peduli dengan itu semua,” tegas Yus. (ful)