WARGA DESA CIOMAS KELUHKAN POLUSI UDARA SISA PEMBAKARAN BAN BEKAS

 

TENJO – Aktivitas pembakaran limbah ban yang berada di Kampung Lebak Kanibah Desa Ciomas Kecamatan Tenjo mulai dipermasalahkan warga. Pasalnya, akibat aktifitas pembakaran ban bekas tersebut, telah menyebabkan pencemaran udara di wilayah tersebut terus meningkat. Tak ayal, warga pun dipaksa warga mengirup udara yang sudah tercemar oleh polusi asap sisa pembakaran ban.

Menurut seorang warga yang enggan dituliskan namanya, sebut saja Boy (30), aktivitas produksi pembakaran limbah ban sudah sejak lama berlangsung di Desa Ciomas. Bahkan, kabarnya pihak  Satpol-PP Kecamatan Tenjo sudah melakukan tindakan tegas menutup kegiatan usaha tersebut, karena banyaknya keluhan warga yang protes akibat pencemaran udara.

“Tapi nyatanya sekarang mereka sudah mulai produksi lagi. Lihat saja kalau malam sudah mulai sekitar pukul 19.00 WIB. Akan terlihat asap sisa pembakaran kembali muncul di lokasi tersebut.” Ungkapnya.

Dia menjelaskan, aktivitas pembakaran ban bekas juga kadang dilakukan sejak sore hingga malam hari, meskipun tidak menentu. Karena informasinya, sambung Boy, aktifitas pembakaran ban tergantung ketersediaan dan datangnya pengiriman bahan baku ban bekas ke lokasi tersebut.

“Lokasi pembakaran ban bekas itu, sangat dekat dengan pemukiman warga. Meskipun perkampungan warga disini itu jumlahnya sedikit-sedikit, tapi dampak limbah polusi udara itu kena semua. Bahkan rumah saya yang posisinya jauh juga kena, apalagi yang dekat. Di lokasi pembakaran juga sangat terasa bau dan membuat sesak nafas.” Cetus Boy.

Dikonfirmasi melalui media whats app pribadinya terkait adanya keluhan warga terhadap aktifitas pembakaran ban bekas di wilayahnya, Kepala Desa Ciomas Kecamatan Tenjo Rodis mengatakan, bahwa kegiatan usaha pembakaran ban bekas tersebut sudah sejak lama ditutup. Namun saat¬† bogoronline.com mempertanyakan kapan penutupan tersebut dilakukan dan adanya informasi bahwa kegiatan produksi kembali terjadi, Kades Rodis tidak menjelaskan secara terperinci. “Semuanya telah berakhir pak. Sudah ditutup. Sudah lama. Hari ini sudah tidak ada aktivitas lagi.” Jawabnya singkat. (MUL)