Tumbuhkan Wirausaha Baru, Kemenperin Terus Gerakan Santripreneur

Parung – bogorOnline.com

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di pondok pesantren. Untuk itu, pemerintah melaksanakan program Santripreneur dalam rangka mengembangkan sumber daya masyakarat di lingkungan pondok pesantren, sehingga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kali ini dilakukan di Pondok Pesantren yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman (PPNI), Parung, Kabupaten Bogor melalui bimbingan teknis WUB IKM dan bantuan mesin/peralatan produksi alas kaki sandal.

“Pondok Pesantren mempunyai peran penting dalam pembangunan perekonomian nasional di masa depan. Hal ini ditinjau dari jumlah pondok pesantren dan jumlah santri yang mayoritas adalah generasi muda berpendidikan, memiliki integritas dan mental yang tangguh, serta berkontribusi terhadap pembangunan bangsa dan perekonomian nasional,” jelas Direktur Jenderal Industri Kecil Menegah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih di Bogor, Senin (16/3/19).

Gati mengatakan, pembangunan ekonomi dilakukan antara lain dengan tujuan untuk menciptakan kesejahteraan yang merata dan dapat dirasakan manfaatnya bagi seluruh lapisan masyarakat, seperti meningkatkan kesempatan kerja, pemerataan pendapatan dan keseimbangan struktur perekonomian antar daerah.

“Berdasarkan penelitian diyakini bahwa sektor industri mampu mengatasi masalah-masalah perekonomian, dimana sektor industri berperan sebagai penggerak dan pemimpin terhadap perkembangan sektor perekonomian lainnya,” jelasnya.

Selanjutnya Kegiatan pembukaan bimbingan teknis WUB di bidang alas kaki ini dilaksanakan pada hari sabtu, 15 Maret 2019 dan dihadiri oleh 1000 mahasantri PPNI, konsep pembukaan disusun dalam bentuk Kuliah umum oleh Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih dengan judul “Peran Pondok Pesantren di Era Digitalisasi”, sedangkan bimbingan teknis dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 18 sampai dengan tanggal 22 Maret 2019 dan di ikuti oleh 30 santri.

Selain pelaksanaan bimbingan teknis WUB, pada kesempatan ini Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian juga memberikan bantuan mesin peralatan agar bisa dipergunakan untuk meningkatkan produktivitas para santri dalam pembuatan produk alas kaki sandal, adapun bantuan mesin/peralatan yang diberikan meliputi, mesin hidrolik plane cutting, mesin roll lem, mesin bor, mesin pasang tali japit; mesin roll press, meja qc, meja sablon, pisau cutting, panel, kabel.

Dapat diketahui Ditjen IKMA terus terlibat aktif dalam menumbuhkan Santripreneur, Gati mengatakan selama periode tahun 2013 hingga tahun 2018, Ditjen IKMA telah membina sebanyak 20 pondok pesantren dengan lebih dari 3000 santri telah diberikan pelatihan produksi, serta motivasi kewirausahaan.

“Cakupan ruang lingkup pembinaan kami diantaranya pelatihan produksi dan bantuan mesin/peralatan di bidang: olahan pangan dan minuman (roti dan kopi) perbengkelan roda dua kerajinan boneka dan kain perca konveksi busana muslim dan seragam daur ulang sampah dan produksi pupuk organik cair,” tambahnya.

Gati menambahkan, dalam implementasi Santripreneur, Kemenperin memiliki dua model penumbuhan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di pondok pesantren, yaitu model Santri Berindustri dan Santri Berkreasi. Santri Berindustri merupakan upaya pengembangan unit industri yang telah dimiliki oleh pondok pesantren maupun penumbuhan unit industri baru yang potensial.

“Langkah ini diharapkan mendorong unit industri tersebut menjadi tempat magang para sumber daya manusia di lingkungan pesantren,” ungkapnya.

Sedangkan, model Santri Berkreasi merupakan program kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni yang terpilih dari beberapa pondok peantren untuk menjadi seorang profesional di bidang seni visual, animasi dan multimedia sesuai standar industri saat ini.

Sebagai implementasi dari Santri Berindustri, kegiatan Bimbingan Teknis dan bantuan mesin/peralatan di Bidang Konveksi yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman (PPNI) di harapakan mampu membekali para santri dengan kompetensi dalam bidang produksi alas kaki sandal dengan baik.

“Saya berharap sinergi yang dibangun antara Kementerian Perindustrian dengan Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School ini dapat meningkatkan jumlah wirausaha industri baru dan berkontribusi mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren yang pada akhirnya berdampak positif terhadap ekonomi nasional,” jelasnya. (MUL)