Dewan Dapil 1 Kukuh: PKL PU Selalu Bikin Masalah, Satpol PP Jangan Diam Saja

CIBINONG-

Banyak sekali keluhan dari warganya di Daerah Pemilihan (Dapil) 1akan keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang berada di Jalan Raya Ruas lingkar Pasar Citeureup Pu (Fisabilillah) milik oknum. Membuat Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Kukuh Sri Widodo mengatakan, memang saat Reses di Kecamatan Citeureup dirinya banyak sekali mendapatkan keluhan dari warga yang merasa terganggu dan resah akibat adanya PKL terutama di Jalan PU dan harus segara ditertibkan oleh Satuan Polis Pamong Praja (Satpol PP) jangan sampai dibiarkan saja, seperti sekarang ini.

“Ini penggeseran PKL PU sifatnya segera jangan lama-lama, kerena sudah sangat menggangu Ketertiban umum (Tibum). Ditambah bangunannya juga saat ini sudah permanen tegak berdiri di Jalan Umum milik Pemkab Bogor,” ujarnya saat ditemui bogorOnline.com di gedung Dewan belum lama ini.

Kukuh menambahkan, ditambah ada kesan penagak Peraturan Darah (Perda) tebang pilih dalam menertibkan PKL yang berada disekitar Citeureup. Karena keberadaan PKl yang kecil-kecil sudah digusur, tetapi yang ada di PU sampai sekarang tidak juga dibereskan. Lanjutnya mengatakan, ini aturan digunakan jangan tumpul ke atas tajam ke bawah. Sehingga Satuan Kerja Perangkat Darah (SKPD) terkait mulai dari Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Harus bisa membereskan masalah di atas jangan diam saja seperti sekarang ini kondisinya,” tegas Kukuh.

Sebelumnya, Wakil Ketua Koperasi Pedagang Pasar Citeureup Saidi mengatakan, malihat kondisi Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang berada di Jalan Raya Ruas lingkar Pasar Citeureup Pu (Fisabilillah) milik oknum dan sekitarnya. Pihaknya merasa terganggu, sehingga harus segera ditertibkan oleh Pemkab Bogor, melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Jangan sampai terus seperti ini, dimana jalan umum yang fungsinya untuk dilalui. Malah dipergunakan oleh
ratusan PKL bodong dan bisa dilihat secara nyata kondisinya menjadi semrawut serta pedagang resmi menjadi merugi.

“Dengan begitu harus segara dilakukan pembongkaran,” ujarnya saat dihubungi bogorOnline.com Senin (25/3/19).(rul)