BOGORONLINE.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hiswana Migas Bogor menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VII di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor. Agenda tersebut menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus pemilihan ketua baru untuk periode berikutnya.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi kinerja DPC Hiswana Migas Bogor yang selama empat tahun terakhir dinilai mampu membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Bogor maupun Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjaga stabilitas pasokan energi.
Menurut Dedie, kolaborasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha migas berkontribusi terhadap terjaganya pasokan minyak dan gas di wilayah Bogor, meskipun situasi geopolitik internasional masih berfluktuasi.
“Kami memberikan apresiasi kepada Hiswana Migas. Di tengah dinamika politik dan kondisi geopolitik internasional yang tidak menentu, komunikasi yang baik membawa stabilitas di wilayah Bogor, khususnya Kota dan Kabupaten Bogor, karena pasokan minyak dan gas relatif stabil, aman, dan terkendali,” ungkap Dedie, Rabu (29/7/2026).
Dedie juga berpesan agar kepengurusan yang akan datang tetap menjaga integritas organisasi, khususnya dalam mendistribusikan energi bersubsidi kepada masyarakat.
“Para pengusaha yang tergabung di Hiswana Migas merupakan penerima pasokan utama dari Pertamina, termasuk agen LPG subsidi. Saya berharap organisasi ini tetap berintegritas. Jangan sampai ada pasokan yang diselewengkan atau dioplos sehingga menyulitkan masyarakat. Hal seperti itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Ia optimistis kepemimpinan mendatang mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus menjaga ketersediaan pasokan energi dengan harga yang tetap stabil.
“Saya yakin dengan kepemimpinan yang akan datang, apalagi dengan pengalaman Kang Cep Oboy, Hiswana Migas akan semakin solid, pasokan tetap terjaga, harga stabil, dan keamanan masyarakat juga tetap kondusif karena kebutuhan energi terpenuhi,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD III Hiswana Migas, Heddy, berharap Muscab VII menghasilkan kepengurusan yang mampu melanjutkan amanah dalam menjaga ketahanan energi, khususnya distribusi BBM dan LPG bersubsidi.
“Kami berharap DPC Hiswana Migas Bogor, yang meliputi Kota dan Kabupaten Bogor, dapat terus menjalankan tugas menjaga ketahanan energi, khususnya barang subsidi seperti LPG dan BBM,” ujar Heddy.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan dugaan penyimpangan dalam distribusi energi.
“Kami terbuka menerima informasi dari masyarakat apabila ada hal-hal yang kurang baik di lapangan. Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tidak perlu panik karena saat ini suplai dan ketahanan energi dalam kondisi baik,” ungkapnya.
Heddy menilai kepengurusan periode 2022–2026 di bawah kepemimpinan Cecep Fajar telah menunjukkan kinerja yang positif, terutama dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, Pertamina, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami mengapresiasi seluruh pengurus dan anggota Hiswana Migas Bogor karena mampu menjaga ketersediaan stok serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kepengurusan yang baru harus lebih baik lagi dengan memperbaiki kekurangan yang masih ada,” katanya.
Terkait pemilihan ketua yang diikuti dua kandidat, Heddy menilai proses demokrasi tersebut menjadi kesempatan bagi anggota untuk menentukan pemimpin terbaik.
“Masing-masing calon memiliki kelebihan dan kekurangan. Silakan anggota menentukan siapa yang paling mampu memimpin organisasi dan menjaga pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah proses demokrasi,” ujarnya.
Ketua DPC Hiswana Migas Bogor periode 2022–2026, Cecep Fajar atau yang akrab disapa Cep Oboy, berharap Muscab VII berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.
“Semoga Muscab kali ini berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik, serta memilih pemimpin yang amanah dan bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat,” kata Cecep.
Ia mengungkapkan, pemilihan ketua kali ini diikuti oleh dua kandidat, yakni Karito dan dirinya yang kembali mencalonkan diri.
“Untuk calon kali ini ada dua, yaitu Bapak Karito dan saya sendiri yang kembali maju,” ujarnya.
Cecep menilai selama empat tahun memimpin organisasi tidak terdapat kendala berarti. Jika kembali dipercaya memimpin, ia berkomitmen melakukan evaluasi dan meningkatkan sejumlah program organisasi, terutama dalam mempererat hubungan antaranggota.
“Selama empat tahun ini komunikasi berjalan baik. Ke depan, jika kembali dipercaya, kami akan memperbaiki hal-hal yang perlu dievaluasi, terutama memperkuat kebersamaan melalui kegiatan yang lebih bersifat kekeluargaan tanpa membedakan bidang usaha anggota,” jelasnya.
Ia juga memastikan sistem koordinasi yang telah berjalan akan terus diperkuat melalui koordinator wilayah di setiap kecamatan agar setiap persoalan di lapangan dapat ditangani secara cepat.
“Di setiap wilayah sudah ada koordinator. Jika terjadi kendala, informasi bisa langsung dibagikan melalui grup sehingga pengurus dapat segera mengambil langkah penanganan,” tutup Cecep.





