Sering Macet Parah, Antrian TRUK Tambang Dituding Jadi Biang Kerok Kemacetan

RUMPIN – bpgorOnline.com

Masyarakat umum dan para pengguna kendaraan, terutama sepeda motor, mengeluh terjebak kemacetan akibat antrian truk tronton. Antrian kendaraan truk tambang terjadi di Jalan Raya Cicangkal Sukamanah Kecamatan Rumpin.

Akibat panjangnya antrian kendaraan tersebut, berdampak arus lalu lintas di jalan utama penghubung antara kecamatan serta jalur perbatasan Kabupaten Bogor dan Tangerang tersebut macet parah dan mengular hingga beberapa kilometer.

Dari keterangan yang dihimpun awak media, kemacetan tersebut dipicu oleh adanya truk tambang yang mengalami mogok mesin dan menutup badan jalan tepatnya di Jalan raya Atma Asnawi Desa Gunungsindur Kecamatan Gunungsindur.

“Macetnya sangat parah. Saya hendak menuju ke tempat kerja harus terhambat karena truk tronton tersebut melintang di tengah jalan. Jadi jelas sangat menghambat aktivitas warga,” keluh Munawir (40) seorang warga Desa Sukasari Kecamatan Rumpin kepada wartawan, Kamis (11/4/19).

Dia menambahkan, seharusnya pihak pengusaha truk angkutan tambang dan perusahaan penyediaan material tambang tidak mengabaikan hak pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor.

“Pasalnya, bukan hanya saat ini kemacetan terjadi dan bukan hanya karena ada yang mogok. Tapi seringkali setiap jam sibuk warga dengan aktifitasnya, banyak truk tambang yang melakukan parkir  di sepanjang jalan Rumpin dan Gunungsindur menunggu waktu operasional,” Cetus Munawir.

Sementara penelusuran awak media ini di SPBU Cucangkal yang berada di jalan Sukamulya Rumpin, setiap hari sekitar mulai pukul 09.30 WIB pagi, seringkali antrian truk tambang memenuhi jalan karena hendak mengisi bahan bakar. Hal ini dipertegas seorang anggota  Linmas Desa Sukamulya yang tidak mau di sebutkan namanya.

“Kemaceten yang terjadi setiap pagi di jalan ini, karena disebabkan adanya truk-truk tambang yang hendak mengisi solar di SPBU Cicangkal. Mereka mengantri sampai kejalan. Lalu banyak juga truk tronton bermuatan dan sengaja berhenti di badan jalan,” Pungkasnya.

Keluhan senada diungkapkan Dedi (43) warga Kecamatan Gunungsindur. Menurutnya,, sudah seharusnya aparat Dinas Perhubungan dan Kepolisian mengatur arus lalulintas di Jalan raya tersebut.

“Warga masyarakat umum sebagai pengguna jalan merasa terganggu dan takut karena harus bersinggungan dengan truk-truk tronton besar pengangkut tambang,” tuturnya. Hingga berita selesai dibuat, wartawan belum mendapatkan jawaban konfirmasi dari paparan terkait. (Mul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *