Pengusaha Kavling Andalusia dan Bukit Swiss Belum Menguasai Lahan

 

Bogor Timur – Kisruh lahan kavling di wilayah timur Kabupaten Bogor, hingga kini masih saja terjadi. Mulai dari sosialisaai sampai pembebasan lahan, selalu menjadi kendala utama. Sehingga, pengusaha tidak bebas melakukan aktifitas karena tersendat permasalahan tersebut. Hal itu terkuak saat sosialisasi pengusaha kavling Andalusia kepada warga Antajaya di balai Desa Antajaya, Kamis (2/5). Sosialisasi dihadiri Unsur Muspika Tanjungaari, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Ironisnya, walau lahan belum dikuasai, namun penjualan melalui media sosial sudah dilakukan. Hal itu diakui pemilik Andalusia Gun Gunawan yang rencananya akan membebaskan lahan seluas 15 Ha untuk tahap awal. Tapi sampai saat ini, baru sebahagian yang dibebaskan dari pemilik.

“Memang, kami belum menguasai seluruh lahan yang akan dijual kepada konsumen. Tapi, secara bertahap pembebasan akan selesai pada waktunya. Lebih jelasnya, tanya sama bagian lapangan pak Ajis atau kepada pemerintah desa,” kata pengusaha Andalusia Gunawan kepada wartawan usai sosialisasi di Balai Desa Antajaya kemarin.

Penjabat Kepala Desa Antajaya Tatang Rahmat mengakui, lahan yang akan dijual kepada konsumen dalam bentuk kavling belum seluruhnya dikuasai pengusaha. Kondisi itu berpotensi menimbulkan sengketa lahan antara pemilik, pengembang dan konsumen. “Betul, lahan yang akan dijual belum seluruhnya dikuasai oleh pengusaha,” kata Tatang.

Selain Andalusia lanjut Tatang yang juga Kepala Seksi Trantib Kecamatan Tanjungsari, salahsatu perusahaan lahan kavling di wilayahnya, Bukit Swiss juga belum menguasai lahan yang akan dijual. “Termasuk bukit swiss belum menguasai lahan secara keseluruhan,” lanjutnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau agar semua pengusaha terlebih dahulu menguasai lahan sebelum diperjualbelikan. Karena kalau belum dikuasai, berpotensi menimbulkan sengketa lahan.

“Dalam waktu dekat, para pengusaha akan kami undang untuk membahas permasalahan ini. Agar dikemudian hari tidak ada pihak yang dirugikan,” pungkas Tatang.

*Yusuf*