by

Begini Kesaksian Nasabah Bank BRI Unit Parungpanjang Terkait Dana Fiktif Program KUR Bank BRI Parungpanjang

 

PARUNGPANJANG – Penyidik Kejaksaan Negeri Cibinong, telah memeriksa sedikitnya 30 orang saksi yang merupakan nasabah Bank BRI Unit Parungpanjang terkait dugaan dana fiktif kredit usaha rakyat (KUR) dan kredit usaha pedesaan (KUPEDES) sejak tahun 2012 sampai 2018.

Pemeriksaan  saksi berdasarkan panggilan saksi, nomer 161/M.2.18/Fd.1/06/2019, untuk didengar dan diperiksa dalam dugaan tindak pidana korupsi penyalah gunaan fasilitas KUR dan KUPEDES dari Bank Unit Parungpanjang, sejak tahun 2012 sampai dengan tahun 2018, berdasarkan surat  kredit macet, dan berdasarkan surat perintah penyidikan Nomer 01/0.2.33/Fd.1/02/2019.

Menurut keterangan para saksi, data nasabah, digunakan untuk pengajuan dan pencairan kredit dana pinjaman KUR di Bank BRI Unit Parungpanjang, di teras BRI Jl. Lingkar Pasar Parungpanjang, Desa Parungpanjang Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

Dikatakan salah satu saksi bernama Saepul Bahri (46) warga Kp. Cilangkap, Desa Lumpang Kecamatan Parungpanjang,  dirinya sudah lama menjadi nasabah Bank BRI Unit Parungpanjang.

“Pinjaman pertama atas nama istri saya itu sudah selesai. Kemudian dari pegawai bank menagih kembali tunggakan. Padahal saya tidak merasa mengajukan kembali, tapi data atas nama saya masuk, kata pegawai bank yang datang ke rumah saya, katanya saya sudah menunggak selam 3 bulan dan sudah membayar 1 kali, “terangnya.

Senada warga lain Heti (60) mengatakan
dirijya diperiksa persoalan pinjaman yang sudah cair tapi tidak pernah diberikan kepadanya. “Pengajuan saya tidak dikasih, tapi sudah cair sebesar 30 juta, kan saya itu sudah biasa ngambil di BRI, jadi saya tahu itu sudah cair, “ujarnya.

Heti menuturkan kemudian ada pegawai dari bank BRI ke rumahnya    menagih tagihan bulanan yang dibilangnya saya sudah menunggak selama 3 (bulan). “Ada yang ke rumah menagih, saya bilang sama pegawai engga pak, engga dikasihkan, “ucapnya.

Sementara itu, Sekcam Parungpanjang Icang Aliyudin mengatakan terkait permasalah unit BRI Parungpanjang, pihaknya menerima informasi beberapa warga menerima surat panggilan yang di informasikan mereka itu adalah nasabah bank BRI.

“Jumlah kredit milik nasabah itu  ada yang menerima uang tidak sesuai dan ada yang menerima contoh sebesar 50 juta, ternyata tidak sampai ke nasabah. Apakah ini berupa penggelapan atau mark Up, intinya sekarang sedang diselesaikan dengan melihat tadi kurang lebih ada 70 warga yang diundang, warga Parungpanjang dan dua orang warga Kec. Tenjo. Pemerintah Kecamatan Parungpanjang hanya memfasilitasi, nanti untuk penyelesaian dari pihak Kejaksaan dan BRI, ” tandasnya.

Di tempat yang sama kepala unit cabang BRI Parungpanjang Yuhyan mengatakan, untuk memberikan penjelasan bukan kewenangan dirinya. “Nanti ada pimpinan saya,” singkatnya.

Tujuan mengaku, dirinya baru menjabat dan belum sepenuhnya tahu permasalahan.

“Saya disini baru dan ditugasin untuk membereskan secara administrasi data nasabah yang ada. Kalau barusan yang tadi kejaksaan ada 70 orang, ini dipanggil oleh kejari, selebihnya kita tidak tau nanti secara auditnya dan unsur tindak pidananya, nanti sama kejaksaan. Intinya, saya sudah menyerahkan sepenuhnya kepada kejaksaan, “pungkas Yushyan kepala unit BRI Parungpanjang. (Mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed