Napi Lapas Gunungsindur Dilatih Keterampilan hidup

GUNUNGSINDUR – Menjalani hidup dibalik jeruji besi ternyata tidak membatasi para narapidana untuk berkreasi menunjukan keahliannya. Seperti ditunjukan Narapidana (Napi) Lapas Gunungsindur, praktek kerja langsung (PKL) sesuai dengan bakat dan keahlian, mereka berhadil membuat meja, gerobak sampah, sabun laundry, boneka, susu kedelai, pernak-pernik ulang tahun sampai dengan buat perkedel dan mengelas.

Praktek kerja mengelas sampai membuat berbagai macam miniatur tersebut
bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Puspa Antariksa di Balai latihan Kerja (BLK) Lapas Gunungsindur, Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor, (Rabu, 26/06/2019).

Kepala Lapas Gunungsindur, Sopiana, menyampaikan Lapas Gunungsindur terus mendorong percepatan revitalisasi pemasyarakatan, salah satunya dengan upaya terpadu dan konsisten menumbuhkan kecakapan dan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP), melalui pelatihan (life skills).

“Kami bersyukur dan bersenang hati 45 Napi peserta pelatihan kerja dapat mempraktekan langsung ilmu yang sudah diajarkan oleh pihak LPK mulai dari ngelas, buat meja, susu kedelai, boneka, sampai buat perkedel, semoga bisa dijadikan modal bekerja atau membuka usaha sendiri setelah bebas nanti, “jelasnya.

Sopiana menambahkan, semoga WPB yang sudah mendapatkan pelatihan kerja, mampu menularkan keterampilan dan keahliannya kepada 1.063 WBP yang lain di Lapas Gunungsindur. “Alhasil Lapas Gunungsindur menjadi tempat produktif dengan menghasilkan buah karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas”. Harapnya.

Produk kerajinan tangan Napi Lapas Gunungsindur. Pihak Lapas membekali para napi dengan berbagai keterampilan untuk bekal hidup saat nanti sudah bebas dari penjara

Pelatihan life skills ini disambut antusias oleh warga binaan. Seperti yang dikatakan salah satu Napi Narkoba, Beni sapaannya, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk dirinya kelak ketika bebas dan keluar dari Lapas Gunungsindur. Ia berjanji akan bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini dan mau berbagi ilmu untuk teman-teman warga binaan lain jika sudah bisa.

“Nanti saya akan menekuni dan selalu aktif mengikuti pelatihan yang positif ini. Selama ini saya belum pernah memegang medin elas, sekarang saya aksn belajar menjadi yang terbaik untuk bekal nanti saya keluar, dan kemungkinan tinggal 10 bulan lagi saya keluar. Selama saya mengikuti ini akan bersungguh-sungguh sampai saya bisa, “pungkas Beni. (Mul)