Pesan Bima Arya pada Hari Jadi PD Pasar Pakuan Jaya ke-10

bogorOnline.com

Wali Kota Bogor Bima Arya hadir dalam peringatan Hari Jadi PD Pasar Pakuan Jaya ke-10 yang digelar di Gedung PPIB, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (17/7/2019). Dalam kesempatan tersebut Bima berpesan kepada jajaran direksi dan karyawan PD Pasar untuk terus berkolaborasi, berinovasi dan yang tak kalah penting adalah melakukan sinkronisasi pembangunan.

Mengawali sambutannya, Bima Arya bercerita mengenai pengalaman melantik tiga direksi PD Pasar Pakuan Jaya pada 4 Februari 2019 lalu, yang terdiri dari Direktur Utama Muzakkir, Direktur Operasional Deni Ari Wibowo dan Direktur Umum Jenal Abidin.

“Ketika dilantik tidak ada ada yang lebih spektakuler ketimbang pelantikan PD Pasar. Hujan badai. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Itu menggambarkan seperti apa yang akan dihadapi oleh para direksi yang akan bertugas ke depannya. Badai, angin, basah. Karena pasar itu memang ‘basah’ dalam berbagai macam hal,” ungkap Bima.

Melanjutkan cerita, keesokan harinya Bima Arya kemudian bertanya mengenai kondisi kesehatan para direksi yang dilantik dibawah guyuran hujan.

“Saya tanya, Pak Dirut bagaimana? Masuk angin tidak? Jawabannya tidak. Mudah-mudahan itu simbol bahwa direksi PD Pasar tidak akan ‘masuk angin’. Masuk angin karena kepentingan politik, masuk angin karena ada modus ekonomi dan hal-hal yang lain. Semoga tidak,” tandasnya.

Bima Arya juga mengapresiasi atas apa yang sudah dicapai jajaran direksi PD Pasar Pakuan Jaya meskipun baru menjabat sekitar lima bulan.

“Dalam lima bulan ini saya lihat beberapa hal mengindikasikan bahwa ini merupakan awal yang baik. Sudah ada langkah konkret untuk menata kios cinderamata di Otista dengan tanpa ekses. Terimakasih juga Blok F kemudian bisa berakhir dengan kesepakatan baik dengan para pedagang. Saya lupa sudah berapa puluh kali berdebat dengan pedagang sebelumnya, tapi malam itu sangat emosional sama-sama kita hormati keputusan bersama,” jelas Bima.

Ke depan, lanjut Bima, tugas PD Pasar masih banyak, terutama membenahi pasar-pasar yang sudah ada.

“Saya ingin sampaikan bahwa dalam periode kedua ini PD Pasar ada dalam bagian yang sangat dekat dengan program strategis Pemkot Bogor. Di mana ada penataan Pasar Bogor dan sekitarnya serta penataan Pasar Kebon Kembang dan sekitarnya,” katanya.

Untuk itu, Bima meminta, jajaran PD Pasar untuk melakukan sinkronisasi.

“Sinkronisasi antara perencana dari Pemkot dengan business plan PD Pasar. Itu harus sinkron berikut tahapan-tahapannya harus digarap detail. Saya sampaikan sekali lagi, tidak pernah ada bahasa dari Pemkot Bogor untuk menggusur tanpa alternatif. Bahasanya selalu sama, kita muliakan pedagang dan membuat pelanggan nyaman. Maka dari itu langkahnya melakukan revitalisasi pasar-pasar alternatif yang ada, seperti Sukasari, Cunpok, Jambu Dua dan Pasar TU,” beber Bima.

Data-data menunjukan PD Pasar harusnya bisa menjadi sumber pendapatan yang luar biasa untuk melakukan pengembangan di sektor ekonomi di Kota Bogor.

“Tadi Pak Dirut menyebutkan ada Rp 28 miliar piutang dari pedagang ke PD Pasar. Jadi kios-kios ini menunggak sekitar segitu. Kenapa ini bisa terjadi? Karena tidak bersaing berkompetisi dengan PKL yang ada di luar. Jadi artinya kalau dilakukan penataan, PKL itu ditempatkan dan dimuliakan, kios-kios ini bisa bersaing. Sehingga kalau kiosnya bayar, incomenya juga naik,” ujarnya.

“Insya Alah di HUT ke-10 ini kita memberikan dukungan penuh bagi PD Pasar dan direksi untuk terus berlari menjadikan pasar-pasar tradisional sebagai tulang punggung bagi Kota Bogor untuk kesejahteraan warga. Selamat ulangtahun, barokah selamanya,” pungkas Bima.

Di tempat yang sama, Dirut PD Pasar Pakuan Jaya Muzakkir mengungkapkan bahwa selama lima bulan direksi menjabat kondisi internal perusahaan berjalan dengan kondusif.

“Pada tingkat struktural dan beberapa kegiatan juga berjalan dengan baik. Dan kami hadir untuk membantu para pedagang. Jadi kalo ada tindakan dari kami itu semata-mata untuk kebaikan pedagang. Intinya kami tidak mau membedakan kalau yang salah akan kami beri tindakan, yang baik akan kami rangkul dan maju bersama,” ungkap Muzakkir.

Ia menambahkan, selama lima bulan terakhir juga pihaknya sudah melakukan pemetaan mengenai kebocoran dan potensi yang dimiliki PD Pasar.

“Alhamdulillah 30% (dari Rp28 miliar) tunggakan kios sudah dibayar. Untuk penataaan parkir, kebersihan dan  MCK ini adalah potensi pendapatan yang lebih besar. Untuk perparkiran telah berkerjasama dengan pihak ketiga secara profesional dan saling menguntungkan. Kenaikan pendapatan hampir 400 persen,” terang dia.

Muzakkir berharap, di HUT ke10 PD Pasar ke depannya bisa terus bersinergi, berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melaksanakan instruksi dan inovasi dari Wali Kota Bogor. (Apri)