Berdiri di Tengah Pemukiman, Pabrik Garmen Diduga Tak Berijin

Citeureup – Sebanyak tiga tempat, pabrik Garmen rumahan berdiri ditengah-tengah pemukiman warga diduga tidak memiliki perizinan di Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup.

“Kami menduga pabrik Garmen di Nyangkokot tidak punya ijin, karena berdiri ditengah-tengah pemukiman penduduk, dan juga tidak memasang plang layaknya perusahaan,” kata Jaka, anggota LSM KPK Nusantara, kepada wartawan, Selasa (13/8/2019).

Ia juga menduga, pabrik Garmen yang memproduksi celana dalam tersebut merupakan milik dari PT Ricky Putra Globalindo.

“Karena kami melihat sejumlah karyawan nya memakai seragam PT Ricky yang memang tidak jauh dari pabrik Ricky,” imbuhnya.

Ketika hal ini di konfirmasi ke lokasi pabrik, diketahui perusahaan tersebut merupakan milik CV RR Lifestyle. Oja, salah satu karyawan disitu menolak jika perusahaan tempat nya bekerja tidak memiliki ijin.

Namun ketika diperlihatkan perizinan nya, hanya dapat menunjukan Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) yang ditandatangani oleh Kades Gunungsari dan Camat Citeureup. “Kami punya SKDU kok,” kata Oja.

Ketika ditanya Ijin Usaha Industri (IUI) kecil, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 12 ayat (1) peraturan pemerintah nomor 107 tahun 2015 tentang IUI, atau Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)Kecil ataupun SIUP Mikro, dirinya mengaku tidak punya.

“Kalau ijin yang lain kami memang belum punya. Terkait dengan PT Ricky Putra Globalindo kami kerja sama CMC,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Gunungsari, Hendra Permana ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya hanya mengeluarkan SKDU.

“Kami hanya mengeluarkan ijin lingkungan saja, karena bagi kami yang penting adalah pekerja nya warga Gunungsari,” kata Hendra. (di)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *