Disoal Warga, DPMPTSP: Apartemen di Baranangsiang sesuai Zona

Kota Bogor – bogorOnline.com

Keluhan warga di sekitar lokasi proyek apartemen milik PT Lorena Latersia Properti di Jalan Pajajaran V, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor yang mempertanyakan soal Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan Pemkot Bogor, ditanggapi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kepala DPMPTSP Kota Bogor, Denny Mulyadi mengatakan, bahwa apartemen itu sudah memiliki IMB dengan Nomor 648.1-0907-IMB tahun 2018 yang diterbitkan 3 Desember 2018. Ketika IMB dikeluarkan, sambungnya, seluruh saran tehnis yang dikaji oleh beberapa instansi sudah diselesaikan.

Terkait adanya keluhan warga pada pembangunan apartemen di Jalan Pajajaran V, kata Denny, itu berada di ranah pemohon perizinan yang harus melengkapi ketika dilakukan publik hearing.

“Dalam hal adanya aduan dari masyarakat, itu masuk pada proses yang harus dilengkapi oleh pemohon perizinan dan masuknya pada proses publik hearing di dinas terkait,” ujarnya.

Denny menjelaskan menyangkut zonasi bahwa kawasan Jalan Pajajaran V atau Villa Duta merupakan zona pemukiman, sehingga boleh dibangun untuk apartemen. Kecuali, hotel atau kondotel.

“Apartemen itu salah satu perumahan vertikal sehingga diperbolehkan berada di zona pemukiman sesuai aturan tata ruang. Dalam revisi Perda RTRW yang sedang dilaksanakan saat ini, kemungkinan kawasan itu mengalami perubahan zonasi, tetapi belum diketahui, apakah berubah zonasinya ke jasa perdagangan atau tetap di pemukiman,” paparnya.

Diwartakan sebelumnya, warga sekitar pembangunan apartemen milik Lorena mempertanyakan dasar dikeluarkannya IMB oleh Pemkot Bogor.

“Saya tidak memberikan perizinan apapun, tapi mereka tetap membangun apartemen itu. Kami sebagai warga mempertanyakan karena tidak menyetujui adanya pembangunan apartemen itu,” ujar NS, warga sekitar.

Ia mengaku sebelum pembangunan, ada yang datang ke rumahnya silih berganti beberapa orang meminta izin untuk pembangunan kondotel atau apartemen. Kemudian, NS mendatangi Bappeda Kota Bogor dan mempertanyakan soal tata ruang di lingkungannya.

Berdasarkan keterangan pihak Bappeda, diungkapkan NS, di wilayahnya masih merupakan zona pemukiman dan belum ada perubahan zonasi.

“Saya menunda tidak memberikan perizinan saat itu dengan alasan saya sudah bertanya kepada Bappeda dan ternyata kawasan ini merupakan zona pemukiman. Tapi kenapa akhirnya IMB untuk apartemen ini keluar, padahal saya sebagai warga terdampak belum memberikan perizinan,” herannya.

Dengan informasi dari Bappeda soal tata ruang tadi, ia lanjutnya, apakah urgensinya harus ada apartemen di kawasan Villa Duta, padahal di area lokasi Villa Duta itu rumahnya besar besar dan mewah.

“Jadi siapa yang membutuhkan apartemen itu sebenarnya, warga di sini atau siapa. Bukannya setiap pembangunan harus memprioritaskan mengutamakan warga sekitar dulu,” ungkapnya.

Ia juga mempertanyakan kepada Pemkot Bogor khususnya Wali Kota Bima Arya yang telah mengeluarkan IMB untuk apartemen milik Lorena tersebut.

“Kenapa Pemkot Bogor mengeluarkan IMB, apakah zona ini sudah berubah. Kalaupun IMB berubah karena zona sudah berubah, kenapa tidak ada pemberitahuan kepada saya sebagai warga sangat terdekat dari lokasi proyek apartemen itu,” tegasnya.

Karena itu, NS meminta kepada Pemerintah Kota Bogor untuk segera turun tangan dan menghentikan seluruh aktifitas kegiatan pembangunan di lokasi.

“Kami menuntut agar pembangunan apartemen setinggi 10 lantai dan 1 basement ini dihentikan total. Pemkot Bogor harus segera turun tangan untuk meninjau ulang perizinan dan amdalnya,” tutupnya. (HRS)