Ini Alasan Pedagang, Tolak Renovasi Pasar Parungpanjang

PARUNGPANJANG – bogorOnline.com

Mayoritas Pedagang Ikan Asin, Sayuran, Sembako dan Kelontongan menolak rencana proyek Renovasi Pembangunan Pasar Parungpanjang di Desa Parungpanjang Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor. Pasalnya, mereka (Pedagang) mengeluh mahalnya harga kios yang di tawarkan pihak pengembang dan PD Pasar.

Demikian hal itu dikatakan Aseh Saepudin, ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Parungpanjang (P4). Dia mengatakan bahewa terkait pembangunan renovasi pasar Parungpanjang sebelumnya tidak ada sosialisasi krpada pedagang pasar, baik masalah harga atau rencana pembangunan.

Menurutnya, pertemuan saat itu di Gelanggang Olah Raga Masyarakat GOM Griya Parungpanjang, bukan musyawarah melainkan untuk mengetok palu penentuan harga dan di patok oleh Pengembang dan PD Pasar dengan harga 18 juta permeter untuk kios sedangkan kios tipe los 12 juta permeter.

“Pedagang Pasar Parungpanjang sangat keberatan. Sedangkan keputusan dari pihak pengembang tidak bisa di negosiasi. Kalau mau negosiasi itu, di luar forum, itu namanya bukan musyawarah, jadi diketok palu saja, pedagang sangat keberatan sekali dengan harga segitu,” ungkap Aseh.

“Dengan ini pedagang pasar Parungpanjang sangat menolak di bangun atau pasar tersebut kalau seandainya harga masih segitu yang diaturkan oleh pengembang dan PD Pasar,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Unit Pasar Parungpanjang Iqbal mengatakan keluhan para pedagang sudah masuk ke Dewan Direksi, agar keluhan ini dapet respon. Mungkin pihak pengembang sekarang ini sedang menyusun dan menentukan strategi supaya mereka juga tidak rugi, berapah angka yang aksn di sampaikan ke para padagang.

“Sebetulnya masalah ini sangat sensitif yang berhak menjawab itu bukan kepala Unit Pasar, tapi pihak pengembang yang lebih tahu hitungan RABnya. Dan PD Pasar sudah mencoba menfasilitasi kelompok pedagang yang keberatan, dengan pengajuan harga kios 10-11 juta permeter,” ujar Iqbal.

Iqbal menuturkan dalam mediasi pengembang dengan pihak para pedagang yang merasa keberatan itu sudah tiga minggu lalu. Kalau saya Unit hannya pelaksana, kalau harga itu kebijakan dan saya selalu menyampaikan perkembangan di lapangan terkait keluhan-keluhan pedagang.

Pasar Parungpanjang banyak pedagang pakaian, tapi yang lebih banyak mengeluh pedagang di blok bawah yang berjualan sembako, kelontong, sayuran dan ikan asin, dan yang menjadi alasan mereka menolak adalah kondisi ekonomi, ini yang saya tanggapi.

“Dinamika ini, wajar dalam suatu pembangun, kita berhubungan dengan ratusan kepala, jadi wajar,” pungkasnya. (Mul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *