Jembatan Leuwiranji Rusak Parah, Warga dan Pengendara Resah

RUMPIN – bogorOnline.com

Warga dan Pemotor keluhkan kerusakan jembatan Leuwiranji di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin. Pasalnya, jembatan itu merupakan akses utama warga menuju Kecamatan Gunungsindur, dan dikhawatirkan ambruk seketika.

Berdasarkan pantauan Bogoronline.com, tampak jembatan yang lebar 6 meter dan panjangan 115 meter, kondisi besi dan aspal tersebut sudah mulai rusak. Bahkan kondisinya sudah mulai goyang ketika dilalui truk tambang atau mobil mini bus sehingga membuat resah warga dan pengendara.

Menurut keterangan warga sekitar sekaligus tokoh pemuda Desa Sukamulya, Muzir Tamam mengatakan, dirinya menilai kerusakan jembatan tersebut disinyalir karena seringnya dilintasi truk tambang dan yang terkadang berhenti diatas jembatan tersebut.

Nenurutnya, kondisi jembatan saat ini sebagai penghubung Rumpin dengan Gunungsindur, sangat membahayakan warga dan pengendara sepeda motor.

“Kalau dibiarkan jembatan itu akan amblas. Sebelum hal itu terjadi, lebih baik Pemkab Bogor segera mengevaluasi atau melakukan perbaikan, perbaikan itu juga, harus disertai penertibkan truk tambang yang memarkir diatas jembatan tersebut,” ungkap Muzir, Senin (12/8/19).

Sementara, ketua Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT) Zunaedi Adiputra mengaku sangat prihatin melihat kondisi jembatan yang saat ini, jembatan tersebut adalah akses paling penting antara Kecamatan Rumpin dengan Gunungsindur. Padahal belum genap satu tahun kondisinya sudah rusak parah lagi.

“Kerusakan pada jembatan itu, seperti bantalan besi dan baud-baudnya sudah terlepas dan harus segera di evaluasi atau diperbaiki. Namun hal ini dibiarkan akan menimbulkan kecelakaan, yang pasti korbannya itu masyarakat. Dalam hal ini Pemkab Bogor sebagai penanggung jawab harus segera melakukan tindakan,” imbuhnya.

Sekdes Desa Sukamulya Agus Santhony menyampaikan perbaikan jembatan Leuwiranji, padalah belum genap setahun. Melihat kondisi saat ini harus ada tindakan dari Pemkab Bogot.

“Anggaran sebesar apapun yang dikeluarkan Pemerintah Daerah tidak akan merubah jembatan itu menjadi bagus, karna mobil yang melintas memiliki tonase dan berbobot besar,” tegasnya.

Agus melanjutkan, masyarakat sudah banyak yang mengeluh ke pada kami di kantor pemerintah Desa.

“Karena kondisi jembatan besi-besinya sudah kelihatan dan bautnya juga sudah rusak. Jadi mereka yang melintasi kemungkinan takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,” pungkasnya. (Mul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *