Dugaan Adanya Kongkalingkong Balon Dengan Panitia Coreng Pilkades Hambalang

Citeureup – bogorOnline.com

Ketua tim pemenangan salah satu calon kepala desa Hambalang, Wildan, menyebut, pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bogor 2019, mendapatkan Catatan Buruk dengan di adakannya seleksi tambahan tertulis Bakal Calon Kepala Desa, khususnya di Desa Hambalang. Wildan menilai hasil seleksi tambahan itu, menetapkan hasil dengan menyatakan salah satu bakal calon kades yaitu calon kades pilihan dirinya dan pilihan mayoritas warga masyarakat digugurkan oleh panitia dengan alasan nilai ujinya tidak masuk dan hasil itu dikatakan oleh pendukung dan masyarakat tidak masuk akal atau akal-akalan panitia, diduga sudah kongkalingkong dengan calon Kades lainnya. Terlebih adanya indikasi kebocoran soal tes tulis kepada salah satu balon kades.

Wildan mengatakan, Kades pilihannya itu secara sumber daya manusia atau SDM dan jenjang pendidikannya jelas terintegritas, tapi tidak lulus dan calon yang lain yang pas-pasan harus lulus pada seleksi tambahan itu. Wildan merasa heran, karena nilai sarjana S1 hanya mendapatkan nilai 90 sedangkan balon yg hanya lulusan SMA dengan kejar paket bisa mencapai 300 lebih dan dia menilai itu ada dugaan motif kongkalingkong Balon Kades lainnya dengan panitia.

“Hal Itu sengaja dilakukan dengan tujuan, untuk menggugurkan balon yang berpotensi, baik secara akademis serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Sehingga amat sangat terlihat kecurangannya pada proses seleksi tambahan ini,” tegas Wildan yang memberikan keterangan tertulisnya melalui aplikasi WhatsApp, Ahad (15/9/19).

Akibatnya dari kejadian pembatalan yang ‘aneh’ tersebut, Wildan bersama masyarakat pendukung lainnya akan menuntut indenpedensi semua pihak yang terlibat kongkalingkong itu. Bahkan tak tanggung-tanggung masalah itu akan dibawa ke ranah hukum untuk menuntut semua pihak yang terlibat, mulai dari panitia pemilihan Kepala Desa tingkat Desa hambalang, tingkat Kecamatan Citeureup hingga Audiensi dengan Bupati sebagai pemangku kebijakan di Kabupaten Bogor.

“Dalam hal ini Camat Citeureup sebagai ketua panitia seleksi tingkat kecamatan telah di konfirmasi oleh para pendukung dan perwakilan masyarakat desa hambalang, beliau tidak banyak bisa berbuat karena semua sudah melalui proses nya dan tidak bisa di ulang, sedangkan masyarakat akan menuntut tes tulis ulang dengan independen dan rahasia,” pungkas Wildan.

Sementara, Camat Citeureup, Asep Mulyana menjelaskan, proses tersebut telah berjalan secara terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi pada proses tersebut. Pemerintah kecamatan juga telah membeberkan hasil yang didapatkan secara terbuka.

Selain itu, Asep juga merasa tidak membocorkan soal-soal tes tertulis yang digunakan pada proses lanjutan Pilkades tahun ini. Meski begitu, kata Asep, jika calon tersebut tidak puas dengan keputusan bersama, maka silahkan saja menduga-duga tanpa adanya bukti pasti.

“Ya siapa yang membocorkan. Soalnya disaya, dan saya juga yang pegang. Kalau dibilang seperti itu, silahkan saja menduga-duga,” kata Asep.

Asep menyebutkan, proses Pilkades tidak dapat dihentikan. Tahapan selanjutnya akan terus berlangsung, tanpa adanya hambatan-hambatan seperti ini. Dirinya juga meminta agar calon yang merasa tidak puas, merasa legowo dengan hasil yang telah diputuskan. Pemerintah kecamatan, pada Pilkades ini telah melakukan yang terbaik bagi masyarakat.

“Tahapannya lagi diproses surat dari hasil tes kami serahkan ke panitia tingkat desa. Saya harap semua legowo. Saya ridho dan ikhlas jika disebut curang, sementara bukti kuat juga tidak ada. Ya tidak apa-apa,” pungkasnya. (Nai/*)