Fraksi Gerindra Kota Bogor, Sambangi Warga Terdampak Pembangunan Rel Ganda

Tampung Aspirasi, Siapkan Langkah Cepat Dampingi Warga
Bogor Selatan – bogorOnline.com

Ratusan warga terdampak proyek pembangunan Rel Ganda Kereta Api jurusan Bogor-Sukabumi-Bandung, di Kampung Kebon Kalapa, RW 09, Kelurahan Batutulis, menyampaikan aspirasi dan keluhannya kepada para anggota DPRD Kota Bogor Fraksi Gerindra. Pertemuan warga digelar di Musholla Al Amin dan dihadiri Wakil Ketua DPRD I Jenal Mutaqin, Anggota DPRD Ade Askia, Said Mohan, Pepen Firdaus, H. Zenal Abidin dan H. Azis Muslim. Hadir juga Lurah Batutulis, Sekcam Bogor Selatan dan LPM Batutulis, pada Selasa (17/9/19).

Satu persatu warga menyampaikan keluhan dan aspirasinya kepada para wakil rakyat yang hadir. Persoalan dana kerohiman bagi warga yang paling banyak disampaikan. Ohi Ketua RW 09 yang juga warga terdampak mengatakan, dengan adanya rencana pembangunan jalur ganda ini setuju dan silahkan saja jika memang akan dipakai, tetapi bagaimana tempat warga atau apakah ada tempat sementara untuk warga.

“Jadi kami ingin ada kejelasan dalam hal ini, mohon pemerintah bisa membantu menyelesaikan persoalan warga ini. Yang terkena dampak ada sekitar 120 bangunan rumah warga yang terdampak,” ujarnya.

Ohi mengaku sudah tingal di tanah milik PT KAI seluas 50 meter persegi selama 53 tahun. Bahkan dirinya sudah memiliki 5 anak dan 7 cucu.

“Kami ingin memiliki rumah lagi apabila direlokasi nanti. Semoga uang kerohiman yang nanti diberikan cukup untuk memiliki rumah kembali,” pintanya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD I Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, pihaknya menemui warga untuk memastikan hak masyarakat harus tepat sasaran, layak dan sesuai. Fraksi Gerindra menerima aspirasi warga yang terkena dampak pembangunan rel ganda dan Gerindra ingin langkah cepat guna mendampingi warga.

“Kami ingin mencari solusi terbaik dan nanti kita akan berdiskusi dengan stakehokder yang terlibat. Walikota harus mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat terkenda dampak proyek pembangunan rel ganda ini,” ucapnya.

Menurut Jenal, warga wajib diperjuangkan karena selama ini warga membayar PBB, bayar Listrik dan PDAM, sehingga Pemkot Bogor jangan diam saja tidak menyikapi masalah ini. Mereka membutuhkan tempat yang layak dan dana kompensasi yang layak. Warga sadar telah menggunakan lahan milik PT KAI tetapi hak yang layak juga wajib diterima warga.

“Kami akan mengawal anggaran kompensasi yang akan dileluarkan layak bagi warga untuk mendapatkan tempat baru. Nilai kompensasi harus layak dan kita pastikan warga mendapatkan hak yang layak mencari tempat tinggal baru,” jelas Jenal.

Disamping itu, ada juga harapan agar Pemkot Bogor memfasilitasi Rusunawa atau membangun Rusunami dengan biaya yang disesuaikan oleh Pemerintah, baik menyewa atau mengontrak. Tetapi untuk anggaran pembangunan Rusunawa di Kota Bogor sangat lama karena harus disiapkan anggarannya.

“Kita fokus memperjuangkan kompensasi yang kayak dan tepat sasaran serta menyampaikan ke Walikota agar turun tangan menyikapi masalah ini,” tuturnya.

Ketua LPM Batutulis, Rudi Yuniardi meminta kepada Pemerintah Kota Bogor untuk memperhatikan warga terdampak rel ganda, walaupun semuanya juga tahu bahwa ini merupakan proyek dari pusat. Tetapi mohon perhatiannya kepada Pemkot Bogor untuk peduli terhadap warga masyarakat yang sudah menempati lahan selama puluhan tahun di tanah milik PT KAI, agar mendapatkan kompensasi yang layak.

“Warga siap terkena gusuran, tetapi dana kompensasinya juga harus layak bagi warga. Semoga ini menjadi perhatian dan Walikota mau turun menemui warga terdampak, sekaligus ikut mensosialisasikan serta memperjuangkan hak warga,” tutupnya. (Nai/Hrs/*)