Hendak Ikut Aksi di Jakarta, Ratusan Pelajar Kembali Dihalau Petugas

Bogor Tengah – bogorOnline.com

Ratusan pelajar kembali diamankan petugas gabungan saat hendak mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin 30 September 2019. Tak hanya pelajar, sejumlah alumni dari beberapa sekolah, turut diamankan petugas.

Mereka diamankan di sejumlah lokasi berbeda, mulai dari di kawasan Stasiun Bogor, Terminal Baranangsiang dan lokasi lain yang memang digunakan sebagai titik kumpul masa aksi pelajar Bogor ini.

Informasi yang berhasil dihimpun, ada sekitar 174 pelajar yang diamankan petugas gabungan dari unsur kepolisian, Dinas Perhubungan, Satuan Petugas (Satgas) Pelajar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor. Mereka kemudian digelandang ke Mako Polresta Bogor Kota, di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Hendri Fiuser mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya bersama petugas gabungan merupakan salah satu langkah tindakan preventif. Para pelajar tersebut juga mengakui, kumpulnya mereka di sejumlah lokasi untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta.

Ia mengungkapkan, untuk menghalau masa aksi dari kalangan pelajar tersebut sebanyak 500 petugas gabungan diterjunkan dibeberapa titik penyekatan di Kota Bogor. Seperti stasiun Bogor, Terminal Baranangsiang dan sejumlah lokasi lain yang dinilai menjadi titik kumpul dan pertemuan para pelajar.

Hendri memperediksi, 174 masa aksi pelajar yang terdata saat ini, akan terus bertambah mengingat petugas gabungan yang disiagakan hingga kini masih melakukan pengamanan. Pihaknya mengaku, saat ini masih melakukan pendataan dan memintai keterangan kepada para pelajar sambil menunggu pihak sekolah dan keluarga datang untuk menjemput.

“Saat ini kita sedang melakukan pendataan. Selain memintai keterangan dari para pelajar, kami juga akan mintai keterangan dari pihak sekolah dan keluarga. Rata-rata mereka merupakan pelajar SMA sederajat, ada juga sebagian alumni yang ikut serta dalam rombongan ini, untuk pergi aksi ke Jakarta,” katanya.

Lebih lanjut kata Hendri, pihaknya akan terus melakukan antisipasi gelombang masa aksi ke Jakarta, lantaran seruan aksi kali ini menyasar kepada para pelajar yang rata-rata di bawah umur.

“Jadi kalau ada ajakan pelajar ikut unjuk rasa, ini sudah tidak pada tempatnya. Pelajar itu tugasnya belajar,” tandasnya. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *