Warga Desa Sukamulya Blokade Jalan, Ancam Siapkan Aksi Lebih Besar

RUMPIN – bogorOnline.com

Sejumlah warga Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin, memblokir jalan rusak dengan batang bambu dan batu. Warga sekitar mengaku resar akibat rusaknya infrastruktur jalan yang sering dilintasi truk angkutan tambang atau truk tronton.

Pantauan bogoronline.com di lokasi, akibat aksi penutupan jalan tersebut, sejumlah truk pengangkut hasil tambang pun sempat tertahan di Jl. Raya Cicangkal – Legok, Kecamatan Rumpin, yang merupakan akses menuju ke Cisauk Tangerang.

Ridwan (30) seorang warga Kp. Peusar RT 05 RW 01 Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin mengungkapkan, jalan raya Cicangkal Legok sering dilintasi truk pengangkut galian tanah karena adanya pemortalan di Jl Raya Cikoleang yang menjadi penghubung dua Kabupaten yaitu Tangerang dengan Bogor.

“Akibatnya mobil – mobil truk besar itu beralih melintas di jalan ini. Padahal kondisi jalan sudah rusak dan menjadi semakin bertambah rusak,” ungkap Ridwan, Selasa (3/9/19).

Ridwan melanjutkan, lalu lalang truk tambang juga menimbulkan polusi debu serta suara bising. Apalagi saat musim kemarau.

“Polusi debu akibat lalu-lalang kendaraan, sangat mengganggu pernafasan ditambah tidak adanya penyiraman jalan,” ujarnya.

Ridwan mengaku bahwa warga sudah mengadukan permasalhan tersebut ke Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamulya dan Pemerintah Kecamatan Rumpin, namun belum ada tanggapan.

“Kami warga akan melakukan aksi lebih besar jika tidak ada tanggapan. Ini warga yang turun baru perwakilan, nanti warga-warga lain kemungkinan akan turun lebih banyak lagi untuk menutup jalan,” tandasnya.

Saat di konfirmasi hal ini, Pjs Kepala Desa Sukamulya Agus Sopyan mengatakan, Pemerintah Desa Sukamulya itu bukan sebagai eksekutor, karena ranahnya ada di Dishub dan Kepolisian.

“Ini bukan ranah kami di Pemerintah Desa Sukamulya, tapi ini adalah ranahnya Dishub dan Kepolisian. Karena permasalahannya tentang muatan yang berlebihan dan lalulintas angkutan barang. Pemerintah Desa hanya memfasilitasi apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat,” ungkap Sofyan.

Agus menambahkan, truk-truk itu tadi melewati Jl. Raya Cikoleang Cisauk, menuju ke Tangerang, karna ada pemortalan sehingga truk tersebut beralih ke jalan ini.

“Sehingga warga disana mengeluh debu dan jalan yang semakin rusak akibat dilewati truk bermuatan barang hasil tambang. Ini yang dikeluhkan warga, dan kami tidak punya wewenang terkait hal tersebut,” pungkasnya. (Mul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *