DPRD Minta Pemkot Bogor Selidiki Sebab Ambruknya Atap Ruang Paripurna

Kota Bogor – bogorOnline.com

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto meminta Pemerintah Kota Bogor secepatnya untuk menyelidiki penyebab ambruknya atap ruang Paripurna gedung DPRD Kota Bogor. Pemeriksaan itu tak hanya dilakukan terhadap atap, tapi menyeluruh terhadap gedung yang menghabiskan biaya Rp72 miliar bersumber dari APBD.

“Saya baru dua bulan menempati gedung ini dan tidak tahu sejarahnya seperti apa. Tadi kami juga sudah diskusi bahwa saya kira perlu ada penyelidikan, pemeriksaan mulai dari perencanaan, pelaksanakan apakah kemudian ada kesalahan atau ketidakpenuhinya beberapa standar maupun prosedur, kita berharap pihak berwenang bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Atang usai meninjau lokasi bersama Wali Kota Bogor Bima Arya, Minggu 27 Oktober 2019.

Atang yang turut didampingi Wakil Ketua DPRD, Dadang Danubrata dan Eka Wardhana beserta anggota DPRD, Safrudin Bima dan Fajari Arya Sugiarto sangat menyayangkan ambruknya atap tersebut meskipun ditimbulkan oleh angin kencang dan hujan deras tapi dirinya melihat ada faktor lain, yaitu kualitas bangunan.

“Kalau kerusakan seperti apa, kita tidak bisa menyimpulkan karena yang paham adalah bagian bangunan. Tapi kalau kita lihat sekilas tadi, sebuah bangunan setinggi lima lantai dengan dinding tanpa penguat beton dan beberapa hal termasuk juga plafon tidak ada besi hole-nya, menurut saya ini sesuatu yang riskan apalagi ini gedung publik yang kami harapkan menjadi tempat tinggal dan berkumpulnya masyarakat Kota Bogor,” ungkapnya.

Terkait ini, politisi PKS itu menegaskan, bahwa pihaknya juga akan menindaklanjuti kejadian ini dalam forum diskusi internal DPRD untuk menentukan apakah dibutuhkan membentuk panitia khusus (pansus) atau tidak pada Senin (27/10) besok. Untuk saat ini, dirinya menginginkan untuk dilakukan secepatnya penyelidikan penyebab ambruknya atap tersebut.

“Kita hari Senin akan diskusikan lebih lanjut apakah akan membentuk pansus atau tidak. Kita inginnya ada penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah selama proses pembangunan semua persyaratan dan kualifikasi sudah terpenuhi atau belum. Dan seandainya terjadi penyimpanan saya kira perlu ada tindakan lebih lanjut,” ujarnya.

Atas kejadian ini, Atang membenarkan sedikitnya banyak dapat mengganggu aktivitas tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) anggota DPRD. Namun begitu, ia memastikan para wakil rakyat di kota yang berjuluk kota hujan ini akan tetap bekerja maksimal terlebih saat ini dalam tahap pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020.

“Kami akan tetap bekerja sesuai dengan tuntutan yang selama ini ada dan kawan-kawan sudah tadi juga menyampaikan di grup dewan Insya Allah tupoksi akan dilaksanakan, termasuk minggu depan setelah orientasi kita akan secara maraton membahas RAPBD 2020 bersama TAPD Kota Bogor,” paparnya.

Meski di sisi lain, sambung Atang, dengan adanya kejadian ini juga tentunya membuat khawatir para anggota DPRD dalam menjalankan tupoksinya di gedung DPRD.

“Tentu bekerja di bahwa situasi gedung seperti ini buat kami cukup mengkhawatirkan. Saat ini Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa karena kejadian di Sabtu sore. Walaupun tak ada korban jiwa perlu ditelusuri lebih lanjut,” tandasnya.

Di kesempatan ini, ia menegaskan pemeriksaan itu tak hanya dilakukan di lokasi kejadian saja, akan tetapi menyeluruh terhadap bangunan lain gedung DPRD.

“Dan saya kira perlu di-update secara menyeluruh tak hanya pada lantai lima. Pemerintah Kota Bogor punya rekamannya baik dari sisi Detail Engineering Design (DED) dan proses pembangunan. Jadi jangan sampai anggaran besar yang mencapai Rp72 miliar ini justru tidak optimal dengan baik,” tegasnya.

Diketahui, sebagian atap ruang Paripurna yang berada di lantai empat gedung DPRD Kota Bogor, ambruk pada Sabtu, sore 26 Oktober 2019. Akibat kejadian itu, meja hingga kursi pimpinan sidang rusak tak berbentuk lagi setelah tertimpa material plafon dan dinding tembok yang berada di lantai lima.

Gedung DPRD berlantai lima ini rampung dibangun akhir 2017 oleh PT. Trita Dea Addonic Pratama. Per 1 April 2019, Sekretariat dan anggota DPRD mulai menempati gedung baru yang berada di bilangan Jalan Pemuda, Tanah Sareal tersebut dari tempat semula di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *