PGH PARUNGPANJANG




Solusi Disdik Seputar SDN Layungsari 2 yang Kena Proyek Jalur Ganda

Kota Bogor – bogorOnline.com

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menyatakan telah mengambil langkah dengan mengusulkan anggaran pembangunan gedung pengganti gedung SDN Layungsari 2 yang terkena dampak rencana proyek double track atau jalur ganda kereta Bogor-Sukabumi.

“Ada tiga ruang kelas yang kena pembangunan double track. Insya Allah, tahun 2020 kita bangun ruang kelas baru di atas di lahan sekitar 150 meter persegi di belakang gedung yang masih ada. Ya, kita anggarkan di APBD 2020,” kata Kadisdik Kota Bogor, Fahrudin kepada sejumlah awak media, Selasa 22 Oktober 2019.

Menurut Fahrudin, anggaran pembangunan ruang kelas baru tersebut merupakan prioritas yang masuk di RAPBD 2020. Alokasi sesuai kebutuhan sekitar Rp400 juta untuk pembangunan 2 ruang kelas dari rencana 2 lantai.

“Mudah-mudahan dari PT. KAI juga ada, sehingga bisa langsung kita selesaikan pembangunannya. Jadi dari Kota Bogor dua ruang kelas di bagian bawah. Nanti yang dari PT. KAI lantai keduanya. Sehingga jadi empat ruang kelas,” terangnya.

Fahmi sapaan akrabnya mengungkapkan sekait rencana pembongkaran bangunan pada Desember nanti bahwa Pemerintah Kota Bogor telah membangun komunikasi dengan PT. KAI. Begitu juga dirinya sudah komunikasi dengan wali kota Bogor.

“Saya juga sudah sampaikan kepada kepala sekolah dan guru-guru untuk menyampaikan juga kepada pihak terkait supaya bisa dibangun dulu sekolahnya. Jadi yang lain didahulukan sekolah belakang dibongkarnya,” imbuh Fahmi.

Ia menegaskan bahwa pihak Disdik menginginkan dibangunkan ruang kelas baru daripada dana kerohiman. Kendati begitu, Fahmi juga sudah memiliki langkah lain apabila gedung tersebut dibongkar sebelum ruang kelas baru selesai. Untuk keberlangsungan belajar siswa SDN Layungsari 2, pihaknya akan bekerjasama dengan SDN Layungsari 1.

“Ya, kalaupun mau dibongkar kita sudah siap. Kita akan kerjasama dengan SDN Layungsari 1. Jadi tiga shift. Kelas 1 sampai pukul 10.00, kelas selanjutnya sampai pukul 13.00. Berikutnya, dari pukul 13.00 sampai 17.00. Dan ruang guru akan digunakan. Untuk guru bisa menggunakan ruang lain sementara. Saya sudah dua kali ke sana,” paparnya.

Di kesempatan ini, Fahmi memastikan bahwa hanya satu sekolah yakni SDN Layungsari 2 yang terkena dampak rencana proyek jalur ganda. Adapun soal gedung SMPN 7 sudah dipastikan olehnya tidak terdampak proyek tersebut.

“Ya, hanya satu, SDN Layungsari 2 saja. SMPN 7, saya dengar nggak (terdampak),” tukas Fahmi. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *