PGH PARUNGPANJANG




Bangun Kualitas Islamiah Napi, Lapas Gunung Sindur Gelar Maulid Nabi

GUNUNGSINDUR – bogorOnline.com

Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas lll Gunung Sindur ikut memperingati Maulid Nabi besar Muhammad SAW. Kegiatan ini merupakan bagian proses pembinaan agar warga binaan atau Napi menyadari kesalahan dan memperbaiki diri serta tidak mengulangi tindak pidana yang pernah dilakukan.

Acara yang berlangsung di Masjid Nurul Hidayah Lapas Kelas III Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor itu juga sekaligus dilaksanakan wisuda para santri (Napi) tahfidz pondok pesantren Nurul Hidayah Lapas Gunung Sindur, dihadiri wali santri orang tua dan istri, napi yang sedang menjalankan masa hukuman.

Ka Subsi Pembinaan Lapas Gunung Sindur, Iwan Setiawan mengatakan, lapas Gunung Sindur dalam menjalan program, bukan sekadar untuk menghukum atau menjaga narapidana, tetapi mencakup proses pembinaan agar warga binaan menyadari kesalahan dan memperbaiki diri serta tidak mengulangi tindak pidana yang pernah dilakukan.

“Wisuda Tahfidz adalah acara tahunan yang diselenggarakan Pesantren Nurul Hidayah Lapas Kelas Gunung Sindur, bekerjasama dengan Yayasan Niru Nabi Bogor, dimeriahkan oleh Tausiyah Agama yang disampaikan oleh Ustadz Fikri Haikal, MZ,” ungkap Iwan kepada bogoronline.com, Kamis (7/11/19).

Menurutnya, tahun ini, wisuda Tahfidz ke-3 (tiga), diikuti oleh 20 (dua puluh) Santri Tahfidz yang mengikuti Program Tahfidz di Pesantren Nurul Hidayah Lapas Kelas III Gunung Sindur. Wisuda Tahfidz kali ini berbeda dari tahun – tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu hanya Juz 30. Tahun ini mengalami peningkatan yaitu ada 3 (tiga) orang Santri yang telah menghafalkan Juz 1 Al-Qur’an.

“Setelah dinyatakan lulus sebanyak 20 (dua puluh) orang Wisuda diberikan seritikat. dihadiri oleh segenap pejabat struktural, petugas, asatidz, para wali santri, dan warga binaan muslim Lapas Kelas III Gunung Sindur,” ujarnya.

Iwan melanjutkan, dalam suasana acara ini diwarnai tangis haru dari para wisudawan maupun para wali santri. Hafalan mereka diuji oleh para asatidz di depan teman – teman dan para orang tua. Mereka mampu membuktikan hafalan mereka di depan umum, kepada wali santri, asatidz dan para undangan.

“Bagi para wali santri, acara ini adalah acara istimewa, karena ini, merupakan moment untuk melihat anak atau suaminya diuji di hadapan umum dan menampilkan kemampuan hafalan Al-Qur’an, meskipun berada di dalam Lapas,” katanya.

Berjalannya, program haflah Al Quran tidak terlepas dari keberadaan Pesantren Terpadu di dalam lingkungan Lapas Kelas III Gunung Sindur. Sejak pesantren itu berdiri, terjadi perubahan drastis dalam diri para warga binaan tersebut, dengan dibentuk kamar khusus santri di masing-masing blok hunian B, C dan D.

“Dikamar hunian khusus santri, napi dari bangun tidur sampai tidur lagi layaknya pesantren pada umumnya, mulai shalat berjama’ah, belajar membaca Alquran, pendidikan mengenai akhlakul karimah, belajar pidato, aqidah, fiqih dan bahkan kitab kuning,” imbuhnya.

Iwan menegaskan, banyak manfaat dari kegiatan wisuda tahfidz ini. Hafalan al-qur’an mempengaruhi pada etika dan perilaku terhadap diri seseorang. Ketika nilai-nilai Al-Qur’an ini dijadikan sebagai pedoman hidup dan dijunjung tinggi setiap langkah hidup akan membawa kita kearah yang baik. Yang harus diingat adalah bahwa ini tidak terjadi secara instan dan cepat.

“Butuh pengenalan, pembiasaan dan keteladanan dan menumbuhkan kecintaan pada al-quran sehingga menjadi generasi Qur’ani,” tegasnya.

Wisuda tahfidz ini adalah semoga kelak setelah bebas nanti WBP para penghafal al-qur’an akan berperan ditengah-tengah masyarakat sebagai guru ngaji atau imam di Masjid. Memberikan pembinaan kepribadian warga binaan dan mendorong bagi WBP bisa membaca Al Qur’an.

“Model pembinaan Tahfidz bagi narapidana di dalam Lapas tidak terlepas dari sebuah dinamika yang bertujuan lebih banyak memberikan bekal bagi narapidana dalam menyongsong kehidupan setelah selesai menjalani masa hukuman,” pungkasnya. (Mul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *