Pastikan TPPAS Nambo, Bima Bakal Temui Emil

Klapanunggal – bogorOnline.com

Wali Kota Bogor Bima Arya berencana menemui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) terkait kepastian beroperasinya Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo di Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Sebab, hal ini berkaitan perjanjian kerjasama dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Cibungbulang, Kabupeten Bogor yang berakhir pada 2020.

“Saya nanti akan berkomunikasi dengan Pak gubernur, estimasi selesainya (TPPAS Nambo) kapan? Artinya kalau bisa diprediksi, perpanjangan dengan TPA Galuga hanya setahun. Tapi kalau tidak ada kepastian, kami punya skenario, yakni memaksimalkan yang TPA Galuga,” kata Bima sesuai peninjauan di TPPAS Nambo, Rabu 14 November 2019.

Pemerintah Kota Bogor sendiri dalam perjanjian kerjasama di TPPAS Nambo mendapatkan jatah pembuangan sampah 500 ton per hari.

“Nah, kita tahun depan akan habis perjanjian dengan TPA Galuga dan kita harus hitung apakah diperpanjang atau tidak, karena kalau semua mulus pertengahan tahun depan sesuai rencana ini (TPPAS Galuga) selesai, tidak diperpanjang dengan TPA Galuga,” ungkapnya.

Dari hasil peninjauan di lokasi, Bima melihat TPPAS Nambo tidak akan rampung pada Juni 2020 mendapatkan. Itu artinya, pihaknya masih harus melanjutkan perjanjian kerjasama dengan TPA Galuga. Di sisi lain, Pemkot Bogor banyak mendapat penawaran investasi tentang pengolahan sampah.

“Karena sudah terikat perjanjian di TPPAS Nambo maka kami tahan dulu. Begitu kami ada kejelasan dari Pemprov Jabar tentang prospek TPPAS Nambo ini, nanti akan diputuskan investasi ditahan dulu tidak masuk ke TPA Galuga. Tapi kalau di sini masih belum jelas, barangkali kita akan fokus pengembangan dengan membuka investasi ke TPA Galuga. Bisa saja di sini berjalan juga, tapi ada investasi pengolahan sampah yang juga akan kita buka di TPA Galuga nanti,” paparnya.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, timbulan sampah per hari di Kota Bogor mencapai 600 ton. Saat ini, sampah yang dibuang ke TPA Galuga telah berkurang dari sebelumnya yaitu hanya di bawah 500 ton per hari. Sisanya timbulan sampah dikelola lingkungan masyarakat melalui Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) sistem 3R atau Reuse, Reducee dan Recycle.

“Sampah dari Kota Bogor yang masuk ke TPA Galuga sudah di bawah 500 ton perhari, makanya perlu meninjau ulang kembali kalau (TPPAS Nambo) sudah beroperasional karena tidak mungkin memenuhi kuota 500 ton per hari lagi,” kata Kepala DLH Kota Bogor Elia Buntang yang mendampingi Bima Arya.

Di tempat yang sama, Kepala DLH Kabupaten Bogor, Pandji Ksyatriadi menjelaskan, progres pembangunan TPPAS Nambo kurang lebih telah mencapai 60 persen. Ia melihat Pemprov Jabar sendiri mengupayakan untuk penyelesaian TPPAS Nambo tapi hal itu tidak akan terkejar pada pertengahan tahun depan.

“Ini sebetulnya diharapkan segera, karena Depok, Cipayung sudah kewalahan over kapasitas. Kita terus mendorong Pemprov Jabar untuk penyelesaian TPPAS Nambo,” tandasnya.

Rencananya, TPPAS Nambo akan menampung sampah 2.300 ton per hari dari empat wilayah dengan rincian Kabupaten Bogor 600 ton, Kota Bogor 500 ton, Kota Tangerang Selatan 500 ton dan Kota Depok 700 ton sampah setiap harinya. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *