Pembebasan Lahan Jembatan Otista Rampung Februari 2020

Kota Bogor – bogorOnline.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor menargetkan pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Otto Iskandardinata (Otista) rampung Februari 2020 mendatang.

Kepala DPUPR, Chusnul Rozaqi mengatakan, pihaknya telah mengusulkan anggaran pembebasan lahan yang digunakan untuk pelebaran jembatan Otista di APBD Perubahan 2019 dan APBD 2020. Total anggaran mencapai Rp30 miliar.

“Di anggaran perubahan Rp 5 miliar untuk pembebasan lahan kurang lebih 625 meter persegi. Selanjutnya tahun depan di anggaran murni Rp25 miliar,” kata Chusnul, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, lahan yang akan dibebaskan tersebut berada di sekitar jembatan di dua kelurahan, yakni Baranangsiang dan Babakan Pasar. Proses pembebasan oleh tim appraisal dimulai awal 2020.

“Pembebasan lahan di mulai di awal tahun 2020 agar proses lelang fisik lebih cepat. Iya, kalau bulan Februari pembebasan lahan selesai, berarti pengajuan lelang bisa di bulan Maret atau April,” tandasnya.

DPUPR saat ini tengah memroses pengajuan peta bidang terhadap lahan seluas 625 meter persegi ke Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Bogor. Chusnul berencana usai peta bidang selesai, dilanjutkan sosialisasi kepada masyarakat.

“Untuk berapa bidang tanah nanti dikeluarkan BPN. Setelah peta bidang keluar dari BPN, kita akan sosialisasi kepada masyarakat. Saat ini proses pengajuan suratnya ke BPN,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, pembangunan jembatan Otista diperkirakan akan menghabis anggaran Rp40 miliar. Anggaran fisik sendiri bersumber dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Dimungkinkan saat pekerjaan, jalan Otista nanti tidak ditutup total. Tapi kalaupun terjadi penutupan tidak lama dan kita akan koordinasi untuk rekayasa lalu lintas dengan Satlantas,” tandasnya.

Diketahui, pelebaran jembatan Otista sebagai salah satu upaya untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas kendaraan di kawasan Jalan Otista yang hampir terjadi setiap hari terutama pada jam-jam tertentu.

Antrian kendaraan secara umum terjadi selepas pertemuan dua arus lalu lintas kendaraan di Jalan Pajajaran, yakni dari arah Plaza Keboen Raya dan Terminal Baranangsiang masuk menuju Jalan Otista sampai dengan Jembatan Otista. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *