by

Dinkes Catat Penderita HIV di Kota Bogor Menaik

Kota Bogor – bogorOnline.com

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengandeng Duta Muda Sehat Kota Bogor untuk memberikan penyuluhan dan edukasi tentang HIV/AIDS kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di kota berjuluk kota hujan ini.

Tahun ini, Dinkes mencatat ada sebanyak 4.333 orang menderita HIV (Human Immunodeficiency Virus) di Kota Bogor. Dengan jumlah tersebut menempatkan Kota Bogor berada diposisi ketiga se-Jawa Barat.

“Setiap tahun (penderita HIV) mengalami kenaikan di Kota Bogor. Tahun sebelumnya tercatat ada 3.500-an orang,” kata Kepala Dinkes Kota Bogor, Rubaeah seusai peringatan Hari AIDS Sedunia di Taman Heulang, Tanah Sareal, Sabtu 14 Desember 2019.

Ia mengungkapkan, Kota Bogor ini memiliki faktor-faktor beresiko tinggi yang memungkinkan masyarakat terkena HIV. Dari hasil penelusuran Dinkes, kenaikan jumlah penderita HIV dipengaruhi oleh perilaku masyarakat tentang seks bebas dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS.

“Jadi ada yang sudah menderita HIV, mungkin dia tidak tahu sudah tertular HIV. Ini khusus pada Pekerja Seks Komersial (PSK). Ketahuannya sudah berat, sedang dia sudah menyalurkan (HIV) ke beberapa orang,” katanya.

Saat ini, kata Rubaeah, penyakit HIV lebih banyak tertular kepada ibu rumah tangga dengan prosentase hampir 16 persen dari dari jumlah penderita HIV yang ada. Penularannya melalui hubungan seksual dengan suami yang memiliki perilaku resiko tinggi.

“Dulu itu (penularan) didominasi oleh penggunaan jarum suntik narkotika, kalau sekarang lebih banyak ibu rumah tangga akibat perilaku suami. Sisanya, Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual (LGBT). Untuk populasi kunci paling banyak masih dari PSK karena mereka itu tadi tidak sadar telah terjangkit HIV,” paparnya.

Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sendiri, pihaknya telah menyediakan Volunteer Counseling dan Testing (VCT) dan mobil Curhat. Namun sayang, kata dia, pelayanan ini kurang diminati khususnya oleh PSK.

“Oleh karena itu, dikesempatan ini kita ingin mengajak masyarakat juga memberikan penyuluhan dan edukasi untuk pencegahan sejak dini. Kita akan meraih ke populasi kunci tadi,” lanjut Rubaeah. Pihaknya juga mengajak siswa SMP hingga SMA melalui Duta Muda Sehat untuk memberikan edukasi tentang HIV/AIDS.

Disamping itu, kata Rubaeah, upaya yang gencar masih dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, pihak Dinkes bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). “Iya, program KPA sinergi dengan program yang ada di kita (Dinkes),” kata Rubaeah memungkas. (HRS)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed