Menyusur Sungai Ciliwung di Wisata Air Kampung Labirin

Kota Bogor – bogorOnline.com

Ingin menikmati wisata air sungai Ciliwung, Kampung Labirin yang berada di RW 10, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor bisa menjadi tujuan wisata menarik dan murah.

Wisata air di Kampung Labirin menawarkan sensasi menelusuri sebagian sungai Ciliwung di atas air yang tenang dengan menggunakan perahu karet dengan dipandu oleh warga setempat.

“Wisata air ini menjadi salah satu daya tarik wisata baru dari Kampung Labirin. Sebelumnya selalu ada festival yang diselenggarakan oleh warga setiap sebulan sekali,” kata Lurah Babakan Pasar, Rena Da Frina, Senin 30 Desember 2019.

Rena mengungkapkan wisata air yang dikelola warga setempat ini merupakan CSR (Corporate Social Responsibility) dari AHM Astra Honda Motor. Wisata air ini dibuka untuk umum dan hasil dari pengelolaan untuk tambahan penghasilan bagi warga di Kampung Labirin.

“Iya, wisata air ini di-lounching dua minggu lalu. Ada empat perahu karet yang beroperasikan setiap hari. Memang masih ada saran prasarana yang akan kita lengkapi, seperti pelampung atau jaket pengaman bagi pengunjung,” kata Rena.

Selain itu, sarana prasarana lain untuk mendukung tempat wisata ini akan dibuatkan semacam dermaga untuk berlabuhnya perahu karet. Ada dua akses jalan untuk menuju lokasi wisata air Kampung Labirin, yakni Jalan Riau (belakang terminal Baranangsiang) dan Jalan Roda III (Gang Litih dekat kantor Kelurahan Babakan Pasar).

Untuk menikmati wisata air ini, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp5.000 per orang pada hari libur. Sedangkan dari Senin sampai Jumat hanya membayar sebesar Rp3.000 per orang.

“Di Kampung Labirin, pengunjung juga dapat menikmati berbagai makanan khas Bogor, seperti toge goreng dan soto serta oleh-olehnya ada emping jengkol,” katanya.

Rena menambahkan bahwa pihaknya bersama pengelola juga selalu antisipasi berkaitan kenaikan titik muka air sungai Ciliwung berkoordinasi dengan petugas Bendung Katulampa. “Jadi ketika air naik, kita mendapat informasi dari Bendung Katulampa,” ujarnya.

Rena berharap dengan adanya wisata air ini setidaknya dapat mengedukasi masyarakat terutama yang berada dibantaran sungai Ciliwung untuk melestarikan alam dengan tidak membuang sampah dan air besar langsung ke sungai.

“Sekarang bisa dilihat saluran air di sepanjang jalur ini sudah dirapikan oleh warga dan kebersihan sungai juga terjaga dua kali pagi dan sore dibersihkan. Ini juga sebagai upaya agar pengunjung yang datang ke wisata air ini merasa nyaman dan menikmati suasana sungai,” tandasnya. (HRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *