by

Proyek Jembatan Gerendong Ambruk, Daeng Sebut Ada Kelalaian

RUMPIN – bogorOnline.com

Robohnya proyek pengerjaan Jembatan Gerendong, karena diterjang banjir bandang sungai Cisadane mendapatkan sorotan serius dari berbagai pihak, diantaranya oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor, Daeng Nurdiana.

Saat turun langsung ke lokasi pasca terjadinya peristiwa ambruknya Jembatan tersebut, Daeng menyebutkan, adanya kelalaian dari pihak kontraktor.

Diketahui, pengerjaan proyek infrastruktur Jembatan Gerendong sungai Cisadane, yang merupakan akses penghubung Kecamatan Ciseeng dengan Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Dibangun dengan dengan menggunakan anggaran APBD sebesar 14 milyar.

Daeng menuturkan, seharusnya pemborong dengan Dinas terkait harus segera berkomunikasi. Segera tindak lanjutnya apa dan seperti apa?. Apakah nanti diadendum tahun depan dilanjut, karena ini anggaran kurang lebih 14 Milyar.

“Inikan proyek dengan anggaran, kurang lebih 14 milyar, jangan sampai dengan kejadian seperti ini, bisa menyebabkan pembangunan jembatan menjadi terbengkalai, ini harus segera ditindak lanjuti oleh komisi lll bersama intansi terkait,” kata Daeng kepada sejumlah wartawan dilokasi, Sabtu (6/12/2019).

Daeng melanjutkan, ini jelas adanya kelalaian, hal itu disebabkan karena perencanaannya yang kurang matang.

“Ya, namannya juga bencana alam, kita tidak tahu kapan bencana itu akan terjadi, tapi minimal jika perencanaannya matang, kita dapat meminimalisir dampaknya,” ungkap dia.

Masih kata Daeng, yang harus dipertegas setelah kejadian ini, apakah proyek jembatan ini akan di adendumkan tahun depan, itu sangat penting untuk kita ketahui bersama, karena ini menyangkut uang rakyat.

“Berbicara soal kebutuhan masyarakat, proyek ini harus segera selesai, karena jembatan yang lama itu sudah lama dan sering rusak. Dibangunnya jembatan ini supaya ada dua jalur, karena banyak mobil tambang lewat, sehingga kalau satu jalur jembatan dihawatirkan yang jembatan lama ini dengan kondisi yang sekarang, akan tambah banyak kerusakan-kerusakan,” ungkapnya.

Daeng menjelaskan, kalau dilihat dalam segi anggaran, proyek ini mungkin bisa disesuaikan dengan mobilitas kendaraan yang melintas, tapi ini perencanaannya sejauh mana, sehingga jembatan ini ketika dibangun jangan sampai ambruk lagi.

“Walaupun karena adanya bencana alam, minimal perencanaan itu harus maksimal,” tandasnya. (Mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed