by

Gedung Blok 3 Diresmikan, Bima Arya Minta RSUD Berikan Pelayanan Maksimal

-beranda-196 views

BOGORONLINE.com, Bogor Barat – Wali Kota Bogor Bima Arya meresmikan gedung perawatan blok 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor pada Kamis (30/01/2020). Gedung berlantai empat ini dibangun pada 2019 dengan menelan anggaran Rp89 miliar dari APBD Kota Bogor dan Pemprov Jawa Barat oleh PT. Trikencana Sakti Utama.

Prosesi peresmian dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ruyat, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Sekda Kota Bogor Ade Syarip Hidayat beserta jajarannya dan Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir.

Bima Arya menyampaikan dengan adanya gedung baru berkapasitas 264 tempat tidur ini, peningkatan pelayanan kesehatan terhadap warga harus benar-benar bisa melayani dengan baik. Semua warga atau pasien yang datang harus dilayani dengan maksimal bahkan harus ditanggapi secara darurat atau VVIP.

“Pasien yang datang harus dilayani maksimal, harus penuh penanganan dan dianggap darurat. Jangan ada lagi aspirasi warga yang mengatakan pelayanan di RSUD kurang baik atau tidak ramah terlebih kepada pasien yang menggunakan layanan kelas 3,” kata Bima.

Dirinya juga ingin pengelolaan di RSUD kedepan bisa lebih profesional dan amanah. Keuangan yang akuntable dan sama-sama berikhtiar untuk pembangunan berikutnya. Pada tahapan-tahapan selanjutnya, lanjut dia, ada titipan dari DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru’yat bahwa desain RSUD harus bernuansa selaras dan terpadu.

“Untuk realita 60 persen pasien dari Kabupaten Bogor, pihak RSUD Kota Bogor tidak bisa menolak, barangkali nanti ketika Puskesmas ada layanan rawat inap mungkin bisa mengurangi. Akan ada rencana membuat RSUD baru di selatan atau timur tapi fokusnya membenahi ini dahulu. Yang diperbaiki Puskesmas dahulunya,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Achmad Ruyat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bogor yang telah berhasil menyerap bantuan dari APBD Pemprov Jawa Barat sebesar Rp32 miliar. Kedepan, lanjut Ru’yat sapaan akrabnya, jika pelayanan lebih baik akan dipertimbangkan dan terus bersinergi untuk terus ditingkatkan.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat punya kewajiban agar pelayanan kesehatan di kota dan kabupaten bisa dilayani dengan sebaik-baiknya. Jadi meskipun ini ada di Kota Bogor, masyarakat Kabupaten Bogor juga secara terintegrasi satu kesatuan se-Jawa Barat harus bisa dilayani di sini,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menjelaskan, dengan selesainya pembangunan gedung baru ini diharapkan pelayanan kesehatan di RSUD kepada masyarakat bisa lebih maksimal. Sebab, pembangunan gedung ini berasal dari uang rakyat.

“Tidak ada lagi masyarakat yang tidak terlayani dengan baik, tidak ada lagi masyarakat penolakan pasien, tidak ada lagi alasan pelayanan tidak sesuai standar,” ujarnya.

Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir mengatakan, gedung ini adalah amanah untuk melayani rakyat Kota Bogor. Apa yang dititipkan oleh wali kota tentunya akan dilaksanakan dan ditingkatkan.

“Gedung blok 3 ini untuk kelas III yang terdiri dari dua jenis ruangan, ada 1 kamar berisi 4 tempat tidur dan ada yang 6 tempat tidur. Tetapi standarisasinya ruangan untuk VIP, yang berbeda jumlah tempat tidurnya,” tandasnya.

Ia melanjutkan kedepan RSUD akan dijadikan centeral emergency sebagai upaya memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh masyarakat.

“RSUD ini akan dijadikan central emergency, emergency akan dibangun yang besar dan canggih, melalui proses triase atau membagi kegawat daruratan pasien. Misalnya ada yellow, red dan ini menjadi hal vital untuk keselamatan pasien. Saya tekankan kepada petugas agar senyum dan sopan kepada pasien, juga harus diiringi dengan keikhlasan dari diri,” paparnya. (hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed