by

Pembebasan Lahan Jembatan Otista Ditargetkan Rampung Februari

Kota Bogor – bogorOnline.com

Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor akan melebarkan jembatan yang berada di Jalan Otto Iskandardinata (Otista). Untuk merealisasikan hal itu, DPUPR akan melakukan pebebasan lahan sekitar jembatan.

“Tahap awal pelebaran jembatan kita akan melakukan pembebasan lahan, 5 bidang di Kelurahan Babakan Pasar dan 3 bidang di Kelurahan Baranangsiang. Anggarannya sebesar Rp20 miliar yang bersumber dari APBD Kota Bogor 2020,” kata Kepala DPUPR, Chusnul Rozaqi, Rabu 15 Januari 2020.

Sebelum kegiatan pembebasan lahan tersebut, lanjut dia, pihaknya bersama aparatur wilayah setempat akan menyosialisasikan terlebih dulu dalam waktu dekat.

“Appraisal sudah, tinggal sosialisasi dan kesepakatan harga dengan warga pemilik lahan. Mudah-mudahan mulai sosialisasi pada minggu ini hari Jumat atau Senin,” ujarnya.

Ia menargetkan untuk kegiatan pembebasan lahan dapat rampung pada Februari 2020. Setelah itu dilanjutkan persiapan lelang pembangunan fisik dengan pagu anggaran Rp40 miliar yang bersumber dari bantuan Pemprov Jabar.

“Saya berharap bulan April itu sudah berjalan pembangunan jika tidak ada gagal lelang. Pembangunan fisik sendiri memakan waktu delapan bulan. Untuk rekayasa lalu lintas, paling pada saat misalnya pekerjaan jembatan sisi kiri ditutup separuh. Begitu sebaliknya,” imbuhnya.

Kecuali pada hari libur, kata Chusnul, pihaknya akan berkoordinasi dahulu dengan Dinas Perhubungan untuk rekayasa lalu lintas di Jalan Pajajaran.

“Jadi kajiannya dari Dishub, apakah nanti pada saat hari libur Sabtu dan Minggu, Jalan Pajajaran (depan PMI) jadi dua arah atau bagaimana,” ungkapnya.

Selain pelebaran jembatan Otista dalam rapat koordinasi hari ini dengan Wali Kota Bogor Bima Arya ditekankan pula terkait penyelesaian program strategis lain yang digawangi oleh DPUPR pada tahun ini. Diantaranya, lanjutan pembangunan Mesjid Agung dan penataan Jalan Suryakencana.

“Penataan Suryakencana dianggarkan sebesar Rp30 miliar yang terbagi menjadi tujuh koridor. Kegiatannya, betonisasi Jalan Suryakencana, kemudian ornamen pecinaan. Selain itu, pedestrian Jalan Pedati, Lawang Seketeng, Roda dan Klenteng,” urainya.

Chusnul menandaskan untuk lanjutan pembangunan Mesjid Agung, pihaknya masih menunggu rekomendasi hasil kajian dari Kementerian PUPR yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Iya, anggaran Mesjid Agung sebesar Rp15 miliar bersumber dari APBD Kota Bogor. Kita juga akan redesain Detail Engineering Design (DED) setelah adanya rekomendasi dari kementerian,” pungkasnya. (HRS)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed