by

Janggal, Musrenbang Tanjungsari Tanpa Wakil Rakyat

BOGORONLINE.com, TANJUNGSARI – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tingkat Kecamatan Tanjungsari Tahun Perencanaan 2021, tanpa kehadiran Anggota DPRD Kabupaten Bogor. Padahal, pada beberapa musrenbang tingkat kecamatan selalu dihadiri wakil rakyat untuk mendengar aspirasi masyarakat.

Ketidakhadiran wakil rakyat tersebut, menimbulkan tandatanya. Masyarakat melihat ada kejanggalan dalam acara yang digelar di Halaman Kantor Kecamatan Tanjungsari, Selasa (4/2). Karena selama ini, setiap musrenbang tingkat kecamatan, selalu dihadiri anggota dewan. Bahkan, ada juga yang lantang menyebutkan bahwa dewan muncul kalau hanya ada maunya.

“Ya, saya tidak hadir karena tidak dapat undangan. Undangan tertulis ataupun pemberitahuan melalui whatsapp tidak ada,” kata Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Sulaeman melalui phonselnya, Selasa (4/2).

Ditambahkan, tidak hadirnya sembilan anggota dewan yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) II termasuk dirinya, bukan kesalahan yang disengaja. Namun karena tidak ada pemberitahuan atau undangan kepada wakil rakyat.

Anggota Komisi ll DPRD Kabupaten Bogor itu mencontohkan, Camat Jonggol Andri Rahman. Pada pelaksanaan Musrenbang pada Rabu (5/2) besok, seluruh anggota DPRD Dapil ll diundang. “Agar diketahui, ketidakhadiran anggota dewan di musrenbang Tanjungsari, bukan kesalahan anggota dewannya,” lanjut Politisi PKS ini.

Sementara Camat Tanjungsari Sutisna membantah keras kesalahan yang dialamatkan kepadanya. Ia mengatakan, undangan untuk dewan bukan kewenangan camat, namun itu kewenangan Bappeda.

“Saya hanya mengundang koramil dan polsek, para kepala upt, para kepala desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Termasuk tokoh pemuda dan ormas,” tegas Sutisna.

Lanjut dia, selama dirinya menjadi camat, setiap pelaksanaan musrenbang, tidak pernah mengundang dewan. Tapi yang mengundang adalah bappeda. Bahkan, jadwal pelaksanaan musrenbangpun bappeda yang mengatur, bukan pemerintah kecamatan.

“Pemerintah kecamatan hanya menyiapkan tempat, semua kegiatan bappeda yang mengatur,” pungkas Sutisna yang mantan Camat Leuwisadeng, Rancabungur dan Ciomas. (soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed