by

Marak Tawuran, Begini Kata AMPI Kota Bogor

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Tawuran pelajar kembali marak terjadi di Kota Bogor dengan ada 3 aksi tawuran dalam sepekan, pada akhir bulan Januari 2020 yang mengakibatkan seorang pelajar tewas, beberapa lainnya terluka, bahkan cacat permanen seorang pelajar karena tangannya putus.

Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), ikut angkat suara. Wakil Ketua AMPI Kota Bogor, Fakhri Ali, menyampaikan bahwa fenomena tawuran pelajar ini menjadi pukulan sekaligus pelajaran bagi seluruh stakeholder.

“Kita perlu mencari formula yang tepat dalam menangani fenomena tawuran pelajar ini, agar tak terulang lagi di kemudian hari,” kata Fachri kepada awak media, Selasa (11/02/2020).

Fachri mengatakan fenomena tawuran pelajar bukan hanya menelan korban, tapi juga memiliki dampak sosial yang serius. oleh karenanya perlu penanganan dan perhatian yang serius. Fachri menyebut dia prihatin karena fenomena tawuran pelajar ini telah banyak menelan korban, juga memiliki dampak sosial yang serius. Sehingga harus dicari dan temukan akar permasalahannya, serta carikan solusi penyelesaiannya.

“Ini tanggungjawab kita bersama, bukan hanya POLRI, meskipun kamtibmas menjadi tugas kepolisian,” kata Fachri.

Fenomena tawuran pelajar di Kota Bogor, menurut Fachri bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya faktor warisan yang telah berlarut-larut dari masa ke masa sehingga nuansa permusuhan antar berbagai kelompok pelajar menjadi sangat kental. Fachri msnyebut ada hal yang lebih dikhawatirkan olehnya, yaitu berkembangnya sikap intoleran di kalangan pelajar terhadap kelompok yang berbeda. Mereka lebih mengedepankan kepentingan kelompok, daripada kepentingan bersama.

“Ini tentu akan mengganggu social publik kita kan,” ucap Fachri.

Sebelumnya Pemerintah Kota Bogor dan jajaran Forkopimda, sudah memanggil seluruh kepala SMA dan SMK negeri dan swasta yang berada di Kota Bogor pada tanggal 22 januari lalu di Balaikota. Fakhri pun menyampaikan apresiasi atas sikap yang diambil Pemkot Bogor tersebut, namun menurutnya keseriusan penanganan atas fenomena tawuran pelajar ini tidak bisa hanya dengan memanggil Kepala Sekolah dan melakukan patroli saja, tetapi juga perlu dirumuskan dalam kebijakan program untuk mengatasi fenomena ini.

“Kami menyarankan Pemkot merumuskan program pembinaan kepada para pelajar, kita bisa meniru program sekolah ibu, dalam konteks pembinaannya,” tandasnya. (*/Nai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed