by

Pemkab Bogor Panggil Puluhan Pengusaha di Kecamatan Rumpin

BOGORONLINE.com, RUMPIN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan pendataan terhadap puluhan perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Rumpin.

Kegiatan tersebut dilakukan pihak DPMPTSP guna mengetahui berapa jumlah perusahaan sekaligus jumlah nilai investasi tiap perusahaan di kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor.

Kegiatan sosialisasi tentang pelaksanaan laporan kegiatan penanaman modal, setiap pengusaha/investor wajib melaporkan nilai investasi yang ditanamkan sehingga bisa tercatat secara utuh, ungkap Dace Supriadi Kepala DPMPTSP kepada wartawan, di Rumpin, Selasa (25/02/2020).

Dengan program ini, kata Dace, pemerintah dapat mengetahui nilai investasi usaha setiap perusahaan. Jika sudah terinventarisir, maka bisa terlihat berapa triliun investasi yang ada. Sehingga bisa jadi dasar kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“DPMPTSP bertugas melakukan pendataan dan monitoring terhadap perizinan dan investasi, sehingga bisa diketahui jumlah investasi yang tertanam, sekaligus sebagai bahan laporan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat,” jelasnya.

Menurut Dace, proses sosialisasi tersebut tidak akan mempengaruhi penindakan jika ada pelanggaran perusahaan dalam kegiatan operasionalnya.

“Jika pengawasan operasional dan penindakan ada bidangnya masing-masing Dinas.  Kalau di DPMPTSP mencatat dan memonitor saja. Tapi kalau ada pelanggaran penindakan akan dilakukan dinas teknis,” tuturnya.

Lanjut Dace menjelaskan, kegiatan sosialisasi juga dimaksudkan untuk menjamin hak masyarakat dalam memperoleh CSR, sesuai kewajiban perusahaan terhadap masyarakat sekitar perusahaan.

“Jadi CSR harus disisihkan perusahaan. Setiap keuntungan produksi itu untuk membantu masyarakat disekitar perusahaan,” tegasnya.

Dace juga memastikan bahwa setiap perusahaan harus memenuhi teknis operasional kegiatan usahanya sesuai aturan. Dia mencontohkan, perusahaan pertambangan harus juga melakukan penanganan terhadap dampak usahanya terhadap alam.

“Misalnya usaha tambang itu tidak boleh asal-asalan. Secara teknis mereka punya kewajiban reklamasi dan lainnya. Kan bahaya itu, kalau usaha tambangnya beres dan ditinggalkan begitu saja,” tandasnya.

Sementara itu Camat Rumpin Rusliandy mengungkapkan, saat ini di wilayah Kecamatan Rumpin terdapat 30 perusahaan yang diundang dalam kegiatan tersebut baik perusahaan skala kecil, sedang maupun besar. Sebagian besar perusahaan tersebut, sambungnya, bergerak di bidang usaha pertambangan.

“Semoga kegiatan ini bisa lebih mengoptimalkan investasi di Rumpin. Termasuk memberi efek positif di bidang ekonomi, seperti pemberdayaan SDM, rekrutmen tenaga kerja. Namun yang utama, distribusi CSR dari perusahaan harus lebih diutamakan untuk masyarakat di Kecamatan Rumpin,” harapnya memungkas. (Mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed