by

Bila Rekomendasi Diacuhkan, DPRD Siapkan Hak Angket atau Interpelasi untuk Wali Kota

Wali Kota akan Temui PKL Besok di Jalan Pedati

BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor tidak main main terhadap rekomendasi yang sudah dikeluarkannya untuk membela Pedagang Kali Lima (PKL) Lawang Saketeng-Pedati, yang akan direlokasi oleh Pemkot Bogor. Apabila Pemkot Bogor mengacuhkan dan tidak menjalankan rekomendasi DPRD, langkah strategis akan dilakukan DPRD dengan melakukan hak angket atau hak interpelasi terhadap Walikota Bogor Bima Arya.

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan, DPRD akan bersikap apabila rekomendasi kemarin diacuhkan dan tidak dijalankan oleh Pemkot Bogor. Proses politik akan dijalankan, karena ada beberapa fraksi di DPRD akan menggunakan hak DPRD seperti hak angket atau interpelasi terhadap Walikota.

“Akan dinamis dan saya sebagai Ketua DPRD tidak akan mengkondisikan atau menghentikan, semuanya diserahkan ke rekan rekan di DPRD. Semangat DPRD ini bagaimana keputusan strategis Pemkot itu melibatkan dua unsur diantaranya eksekutif dan legislatif agar keputusan yang diambil seimbang. Jadi dengan adanya aspirasi dari PKL ditemukan bahwa banyak tahapan atau proses yang dijalankan Pemkot Bogor tidak mengacu atau sesuai dengan peraturan yang ada baik Perpres, Permendagri ataupun Perda Kota Bogor,” kata Atang usai mengikuti kegiatan dialog di RM Bumi Aki, Kamis (5/3/2020).

Atang menambahkan, Pemkot Bogor harus tunduk, taat terhadap aturan yang ada, jadi ketika Pemkot Bogor mengacuhkan aturan yang ada, DPRD tidak akan tinggal diam dan akan melakukan langkah langkah sikap secara kolektif kolegial.

“Kita siapkan hak angket atau hak interpelasi kepada Walikota,” tegasnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD 1, Jenal Mutaqin menjelaskan, DPRD sudah menyampaikan kesepakatan bersama meminta Pemkot Bogor menunda relokasi hingga lebaran. Ketika usulan DPRD yang diserahkan ke Pemkot Bogor, tidak dilaksanakan oleh Pemkot atau Walikota, maka ada hak yang akan dilakukan nanti.

“DPRD memiliki tiga hak yaitu hak interpelasi, hak angket dan hak mengeluarkan pendapat. Hak itu bisa dilakukan ketika Pemkot dan Walikota melakukan kebijakan strategis berdampak luas untuk kepentingan masyarakat, apalagi jika rekomendasi DPRD tidak dilaksanakan, maka ini bukti konsistensi kami DPRD bahwa lembaga yang terhormat ini bukan semata mata subyektif membela masyarakat, sosial akses kemanusiaan dan dasar hukum yang menjadi acuan DPRD. Kita akan tempuh jalur hak angket atau interpelasi kepada Walikota,” jelasnya.

“Saya dan pimpinan DPRD lain sepakat ketika rekomendasi DPRD tidak digubris, maka langkah upaya hukum akan dilaksanakan menggunakan hak angket ataupun interpelasi,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD 2, Dadang menyatakan hal sama. Kalau memaksakan tetap di relokasi tanggal 6 Maret, maka DPRD akan bersikap dengan menggunakan hak DPRD terkait kebijakan Walikota. Rekomendasi itu atas dasar kecara keseluruhan DPRD apalagi sudah mayoritas suara di DPRD menyatakan menolak relokasi.

“Hak angket syaratnya diajukan oleh 7 orang anggota DPRD, kalau Fraksi PKS dan Gerindra sepakat mengajukan hak angket, maka mayoritas sudah selesai itu. Jadi Walikota harus serius menangani ini jangan menganggap enteng angin lalu saja. Karena ketika bermuara di politik, maka ada konsekwensinya. Kami dari PDI Perjuangan sepakat dengan pimpinan Fraksi lain menolak relokasi dan ditangguhkan sampai lebaran,” bebernya.

Sementara, Walikota Bogor Bima Arya menuturkan, rekomendasi DPRD sudah di terima. Intinya ada beberapa catatan dari dewan dewan mendukung penuh relokasi dengan catatan minta waktunya di sesuaikan hingga lebaran. Dewan juga meminta agar di proses TDU nya agar warga bisa mendapatkan surat resmi sebagai pedagang.

“Saya kira ini usul yang sangat simpatik dari dewan. Kita akan pertimbangkan soal TDU, sekarang sedang di dalami oleh tim, besok saya akan temui temen temen PKL itu. Saya ingin mendengar langsung juga dari para PKL,” pungkasnya. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed