by

YPBH Research Camp Lahirkan Periset Muda

Ilmu yang didapatkan oleh siswa di kelas diharapkan dapat diimplementasikan oleh siswa sebagai calon agen perubahan di tengah masyarakat. Untuk itu, Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Persaudaraan Haji Bogor (YPHB) mencoba memadukan dua hal tersebut melalui kegiatan YPHB Research Camp (YRC) 2020 yang diikuti oleh seluruh siswa kelas XI yang terbagi menjadi 16 kelompok IPA dan 20 Kelompok IPS dengan dibimbing oleh 18 Tutor dari Ekotifa.

Kepala Sekolah SMA YPHB Drs. H. Tri Suharnowo, M.M. menjelaskan bahwa YRC bentuk implementasi dari pendidikan yang terus berkembang dan mempersiapkan kemajuan 2021. “Komponen yang harus disiapkan oleh generasi kami adalah berfikir kritis, kreatif, dan kolaboratif,” kata Kepsek Tri saat membuka acara Presentasi Grand Final pada hari Sabtu, 7 Maret 2020.

Kepsek Tri menambahkan bahwa SMA YPHB berupaya mengimplementasikan program agar siswa bisa semakin berkembang dengan ilmu dan kemampuannya. “Hari ini kita dapatkan 6 finalis, 3 regu IPA dan 3 regu IPS,” tambahnya.

Adapun rangkaian YRC sebagai berikut proses persiapan meneliti di Bogor pada tanggal 20-21 Januari 2020 di Kebun Raya Bogor, Pulo Geulis dan Kampung Labirin, kemudian observasi di Dieng selama seminggu pada tanggal 1-7 Februari 2020, lalu pembuatan laporan 10-21 Februari dan sidang presentasi pada 28-29 Februari lalu pada tanggal 7 Maret final presentasi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah mendukung dan juga kami ucapkan terima kasih kepada Ekotifa. Program seperti ini belum ada di Kota Bogor dan masih bisa dihitung jari di Indonesia. YRC kita lakukan agar siswa bisa dekat dengan riset dan bermanfaat untuk masyarakat. Semoga hasil penelitian ini bisa kita publikasikan dan ikut perlombaan,” kata Kepsek Tri.

Selain itu, Kepsek Tri juga menjelaskan bahwa kegiatan YRC untuk membentuk karakter siswa agar mampu dalam melakukan riset, melahirkan ide, menyusun laporan dan berbicara di depan publik.

“Saya berharap agar ketika siswa-siswi kami lulus dari sekolah dan melanjutkan di jenjang perguruan tinggi dapat memiliki kemampuan riset, karena ini yang dibutuhkan di masa depan,” kata Tri.

Co-Founder Ekotifa Afro Indayana menjelaskan bahwa kegiatan YRC merupakan implementasi ilmu yang didapat dan bermanfaat untuk masyarakat. “Hasil yang sudah dilahirkan sampai saat ini bisa dijadikan untuk publikasi dan lomba di tingkat nasional maupun internasional. Hasil riset YRC ini membuktikan bahwa siswa-siswi YPHB bisa. Namun, yang perlu kita kuatkan adalah mentalnya, semoga teman-teman bisa terus semangat dalam melakukan riset dan bisa bermanfaat untuk masyarakat, Bogor dan Indonesia,” kata Afro.

Perwakilan Peraih juara satu dari Tim yang meneliti Pengembangan Bisnis Inovasi Sambal Carica Ahmad Sulton Luthfan menyatakan bahwa kesan penelitiannya seru jadi membuka mata dunia dan jadi lebih tahu tentang hal-hal baru. “Kami jadi tahu tentang riset, dari mulai awalnya hingga proses-prosenya,” kata Ahmad.

Kemudian, perwakilan tim yang meneliti Optimalisasi Potensi Cendawan Entomopathogen sebagai Bioinsektisida Arya Alifiya berkesan atas penelitiannya capai tapi seru. “Dapat ilmu baru, di luar ekspektasi dan pengalaman. Setelah ini rencananya akan mengembangkan hasil penelitian kami sehingga jadi bioinsektisida,” kata Arya.

Ditulis oleh: Robby Firliandoko

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed