by

Beras Bansos tak Layak Makan, DPRD Sidak Gudang Bulog

BOGORONLINE.com, Cianjur – Banyaknya aduan dari warga penerima bantuan sosial berupa beras dari Pemerintah Kabupaten Bogor yang tidak layak konsumsi karena berdebu dan banyak hewannya, jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) inspeksi mendadak gudang Bulog di Cianjur dan Sukabumi. Rombongan pun dipimpin langsung ketua DPRD, Rudy Susmanto dan Kepala Dinas Perindustrian dan Dagang, Nuradi.

Ketua DPRD, Rudy Susmanto, mengatakan aduan dari masyarakat ini adalah hal paling memalukan bagi Pemerintah Kabupaten Bogor. Rudy sangat menyayangkan bantuan beras yang seharusnya bisa dinikmati oleh masyarakat miskin dan yang terdampak sebab Covid itu, kualitasnya buruk daripada sample yang dikirim oleh Bulog.

“Anggaran yang kita keluarkan tidak sedikit, jangan main-main dengan kebutuhan masyarakat. Maka bersama Disperindag, saya ajak pula komisi II untuk meninjau langsung,” kata Rudy di gudang Bulog Cianjur, Kamis (4/6/2020).

Setelah meninjau dan berdialog dengan jajaran Bulog, Rudy memerintahkan mereka untuk bertanggung jawab dan mengganti beras tidak layak makan yang sudah beredar di masyarakat untuk ditarik dan diganti dengan yang layak. Sehingga kesengsaraan masyarakat di tengah pandemi, tidak terus bertambah. “Mereka harus perbaiki ini dan menyelesaikannya, jika ingin terus bekerjasama dengan Pemkab Bogor,” ucap Rudy.

Kepala Disperindag, Nuradi, mengatakan aduan masyarakat tersebut ditujukan langsung kepada Bupati Bogor Ade Yasin. Lalu sang Bupati pun memerintahkan dirinya untuk mengecek dan memastikan. Nuradi menyebut selain kualitas yang tidak layak, pendistribusian beras oleh Bulog pun belum full secara keseluruhan di tahap awal. Nuradi menyebuat masih ada 12 Kecamatan yang belum tersalurkan, sebab beras belum dikirim dari gudang bulognya.

“Kami sudah dialog tadi dan pihak bulog memberikan klarifikasi. Lalu ke depan kami akan meminta para Camat, Lurah, RT dan RW untuk menarik beras yang tidak layak untuk diganti yang bagus,” kata Nuradi.

Kepala Bulog Cianjur, Rahmatullah, mengatakan dirinya bersama jajaran meminta maaf kepada pejabat Kabupaten Bogor yang mendatanginy itu atas aduan masyarakatnya yang menerima beras kulitas buruk. Rahmat berjanji akan memperbaiki kesalahannya itu. Rahmat pun menyebut kendala yang menyebabkan hal itu terjadi, karena beras yang ada di gudangnya dalam kondisi tersimpan lebih dari 6 bulan. Yang mana memang beras tersebut disiapkan, untuk cadangan pangan nasional pada bencana.

“Kami sudah menerapkan SOP nya padahal seperti perawatan kualitas dengan Seed Cleaner dan Mixing Blowing juga sudah. Tapi dari kejadian ini kami perbaiki,” Rahmat menutup. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed