by

Memanas, Penolakan Warga Bermunculan Kanopi Alun-alun Terancam Dibongkar

BOGORONLINE.com, JONGGOL-Pembangunan auning atau Kanopi oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Jonggol Makmur belum mengantongi ijin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Sehingga, bangunan tersebut statusnya masih ngambang alias bodong.

“Ya, betul. Sampai saat ini belum ada ijin dari instansi terkait di pemkab bogor. Bumdes sedang mengurus rekomendasi itu,” tegas Camat Jonggol Andri Rahman melalui pesan WA, Senin (22/6).

Kata dia, surat bumdes ditujukan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Burhanudin untuk selanjutnya diteruskan kepada instansi terkait. Beberapa dinas dibentuk dalam satu tim untuk membahas guna memberikan solusi terkait penggunaan lahan milik pemda tersebut.

Diantaranya, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang (DPUPR), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor

“Suratnya dikirim ke pak sekda, selanjutnya surat diteruskan untuk dihabas oleh tim dari BPKAD, DPUPR, DPKPP dan Dishub,” imbuh Andri.

Namun, usaha Bumdes Jonggol Makmur yang didukung sepenuhnya Camat Jonggol Andri Rahman, akan sia-sia. Pasalnya, salah satu tokoh utama Jonggol Anwar Marjuki menolak keras kehadiran kanopi.

“Saya tidak setuju alun-alun dijadikan tempat penampungan pkl, apalagi dibangun diatas trotoar lalu dikomersilkan. Karena, ada hak warga lain yang terampas,” kata Anwar Marjuki.

Hak warga dimaksud, penggunaan trotoar oleh bumdes secara sepihak. Mengenai trotoar kata dia, diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan. Dalam PP disebutkan, trotoar hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki.

“Trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk pkl. Saya menolak keras pembangunan kanopi. Alun-alun yang merupakan ikon Kota Jonggol, bukan hanya milik warga Desa Jonggol. Tapi semua masyarakat desa yang ada di Kecamatan Jonggol,” tandas Anwar Marjuki. (Soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed