by

Dosen IPB University Berbagi Tips Memulai Berbisnis

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (Himasper), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, (FPIK) IPB University menggelar webinar Career Development Training bertema “Univation: Digital-Based Business Opportunities in The Millenial Era” (5/7). Univation merupakan kegiatan Himasper dari Divisi Pengembangan Sumberdaya Mahasiswa (PSDM) berupa seminar dan Talkshow yang diadakan secara online.

Dr Taryono, dosen IPB University dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK hadir sebagai pembicara. Dalam paparannya, Dr Taryono mengatakan bahwa dasar dalam memulai suatu bisnis adalah inovasi. Tanpa adanya inovasi maka bisnis akan sulit.

“Ada empat hal yang diperlukan dalam memulai suatu bisnis. Pertama yaitu memahami keadaan sehingga dapat melihat adanya opportunity (kesempatan) dalam berbisnis. Keadaan yang dimaksud termasuk competitor, profit ability, issue dan opportunity. Kedua, menciptakan nilai. Pebisnis harus mampu meningkatkan value (nilai) suatu produk jika ingin mengembangkan bisnis. Nilai yang dimaksud tidak hanya dilihat dari rupiah saja namun manfaatnya untuk konsumen. Ketiga yaitu menganalisis permintaan pasar dan terakhir adalah mencukupi kebutuhan, sehingga tujuan konsumen membeli suatu produk karena produk tersebut memang dibutuhkan,” ungkap Taryono melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, pada Rabu (8/7/2020).

“Syarat-syarat dalam berbisnis yaitu adanya permintaan (demand), memiliki jaringan serta relasi (network) dan modal (capital). Memulai dan menjalankan suatu bisnis juga dibutuhkan sikap semangat dalam bisnis seperti selalu menyajikan yang terbaik (berorientasi pada kepuasan pembeli), kreatif dan inovatif, ramah, jujur, cerdas dan pantang menyerah. Pembelajaran suatu bisnis berasal dari suatu kegagalan. Seorang pebisnis akan berkembang dari kegagalan yang telah didapatkannya,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam berbisnis diperlukan sikap keberanian untuk memulai dan menjalaninya, karena diperlukan suatu pengalaman dalam berbisnis. Apabila ingin memulai bisnis, maka harus terjun langsung, jangan hanya sekedar membaca teorinya saja.

“Karena bisnis memerlukan pengalaman. Teori tetap diperlukan dalam rangka mengurangi kesalahan dan memperkecil kemungkinan kegagalan,” tuturnya.

Sementara itu, pembicara lainnya, Muhammad Azman, CEO dari Belanjabareng.id dan Konveksi Daerah sekaligus mahasiswa IPB University dari Sekolah Bisnis menjelaskan bahwa dalam berbisnis tidak ada kata extrovert dan introvert. Extrovert atau introvert sebenarnya hanya menggambarkan sumber energi semangat hidup. Hal ini tidak berkaitan dengan cara bersosialisasi dan sikap dalam memulai sesuatu.

“Jadi, baik itu seorang yang extrovert atau introvert jangan dijadikan suatu alasan dalam memulai bisnis. Selain itu, meyakinkan diri sendiri dalam berbisnis juga diperlukan. Jika kita ingin mendapatkan dukungan orang tua dalam berbisnis, caranya adalah dengan membuktikan diri bahwa kita sendiri mampu dan tetap meminta restu serta doa,” imbuhnya.

Menurut Azman, ada beberapa macam bisnis. Yaitu Based on trends, Gap on business, dan Based on problem. Sehingga dalam berbisnis adakalanya terdapat pebisnis yang terinspirasi ide dari pebisnis lain karena dinilai inovatif.

“Hal ini tidak dilarang, asalkan tidak melanggar legalitas dan hak paten. Dengan kata lain amati, tiru dan modifikasi diperbolehkan karena tiga hal ini bahkan dijadikan teori dalam berbisnis,” Azman menutup. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed