by

Hidup ini hanya untuk dihadapi, jalani, nikmati, syukuri, dan lalui

Oleh :
Yayat Supriyatna
Penulis Adalah Praktisi Pendidikan Indonesia Tinggal di Bogor

Dunia tempat dimana kita harus menjalani hidup secara pribadi dan kehidupan secara social sering kali menghadirkan peristiwa atau kejadian yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Ia datang silih berganti mempengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku kita. Maka mengetahui dan menyadari tujuan, alasan, dan bagaimana menghadapi hidup dan kehidupan ini menjadi penting dan mendesak sebelum kita lebih jauh melangkah menjalaninya. Mencari tahu tujuan, alasan dan bagaimana menjalaninya hidup dan kehidupan ini sama pentingnya dengan menjalani hidup dan kehidupan itu sendiri.
Dunia yang sedang kita hadapi kini dan disini adalah dunia yang sedang menghadirkan peristiwa atau kejadian yang tidak kita harapkan, tidak kita inginkan, dan tidak menyenangkan. Virus Corona telah hadir bagaikan tuhan yang mencemaskan, menakutkan, dan mengendalikan hidup dan kehidupan manusia di muka bumi ini. ia kini menjadi ancaman terbesar yang telah berhasil merusak sendi-sendi kehidupan manusia, tatanan kehidupan mulai goyah dan bahkan ambruk, manusia kini mendambakan tatanan kehidupan baru pasca corona. kurang lebih itulah suasana kebatinan manusia dalam menghadapi virus corona ini.
Bagi kita sebagai orang yang beriman (percaya dan yakin) pada Allah SWT, setidaknya ada beberapa cara dalam menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan ini:
Hadapi Corona
Hidup ini hanya untuk dihadapi, karena ia telah ada hadir dihadapan kita dan bahkan sebagiannya telah kita jalani. Dengan cera apa kita menghadapinya, tiada lain dengan ikhlas dan ridho menerima takdir-Nya. karena Allah dalam sebuah hadist Qudsi pernah menyatakan: “Barangsiapa yang tidak menerima takdir (ketentuan) Ku silahkan keluar dari kolong langitKu ini, dan cari tuhan selain Aku”. Setiap peritiwa yang kita hadapi adalah atas izin dan kehendakNya untuk menguji kita. Terimalah ia dengan ikhlas dan ridho agar menjadi ibadah dalam menghadapinya
Jalani kehidupan bersama Corona
Disadari ataupun tidak, ridho ataupun terpaksa, kini kita sedang hidup bersama corona, ia kini ada di belakang, depan, samping kiri dan kanan kita, bisa jadi dekat dan mudah mudahan jauh dari kehidupan kita. Oleh karenanya kita harus selalu siap berada ditengah tengah mereka. Bersabarlah dalam menjalaninya, agar kita mendapatkan pahala sabar dan ikhtiar dalam menghindarinya. Kelemahan virus corona ada dalam kekuatan diri kita dalam menjaga kebersihan kesehatan tubuh dan lingkungan, hanya inilah ikhtiar yang dapat kita jalankan sekarang ini dan sabarlah dalam menjalankannya.
Nikmati Kehidupan ditengah ancaman Corona
Allah SWT dengan kasih sayang-Nya masih menurunkan rizki baik secara materi maupun secara immateri (ketenangan dan kebahagiaan). Maka fokuslah pada yang baik – baik yang bisa menenangkan dan menyenangkan agar kita masih bisa menikmati kehidupan ini. masih banyak kenikmatan yang Allah SWT berikan disamping cobaan dengan adanya virus corona, fokuslah pada kenikmatan yang lain yang Allah SWT berikan.
Syukuri kehidupan, nyahlah Corona
Bukankah Allah SWT sendiri telah berfirman: “Barangsiapa yang bersyukur atas nikmatKu, maka akan Aku tambah nikmat itu, namun sebaliknya, barangsiapa yang kufur atas nikmatKu, maka azabKu lebih pedih yang akan diterimanya”
Karena masih banyak dan sangat banyak nikmat Allah SWT yang masih dan selalu akan kita terima, maka kita tinggal memperbesar dan sesering mungkin rasa syukur atas nikmatnya itu kita lakukan. Alihkan fokus kita pada nikmat yang Allah SWT berikan dan kita, jaga dan kembangkan nikmat itu agar lebih meluas dan membesar untuk bisa dirasakan oleh yang lainnya. Ketika kita memperbesar dan meluaskan nikmat itu, maka semakin sempit dan bahkan tidak ada tempat lagi buat corona betah berada disekitar kita.
Lalui kehidupan tanpa Corona
Kejadian dan peritiwa dalam kehidupan ini akan terus datang dan pergi silih berganti. Corona datang dan iapun akan pergi. Corona datang menguji seberapa ikhlas / ridho kita menerima takdir kedatangannya, seberapa sabar dan ikhtiar kita dalam menjalaninya, seberapa rasa syukur kita dalam menikmati pemberian Allah SWT yang lain yang masih banyak dan tak terhingga. Kapan corona akan berlalu dari kehidupan kita? Tergantung seberapa ikhlas / ridho, sabar, ikhtiar, syukur kita dalam menghadapi dan menjalaninya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed