by

RY, Hujan dan Kemarau Panjang

Oleh : Saeful Ramadhan

Kemarau satu tahun dihapus hujan sehari. Barangkali adagium tersebut yang kini dirasakan oleh Rachmat Yasin. Kamis (13/8/20), wajahnya kembali menghiasi layar kaca dan laman media massa. Mantan Bupati Bogor 2008-2013 dan 2013-2014 tersebut kembali ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atas kasus yang disangkakan kepadanya. Ini kedua kalinya RY harus menjalani proses hukum di KPK. Kasusnya yang pertama sudah selesai ia jalani dengan vonis 5 tahun 6 bulan penjara.

Nama Rachmat Yasin (RY) tentu tidak asing bagi warga Kabupaten Bogor. Politisi asal PPP ini punya andil cukup besar dalam pembangunan dan dinamika politik di daerah itu. Karir politiknya boleh dibilang moncer. Tahun 1997, RY mengawali karir politiknya sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor, untuk periode kedua (1999-2004) RY diamanatkan sebagai Ketua Komisi C di lembaga yang sama, dan pada periode 2004-2009 melalui Pemilu secara langsung ia kembali terpilih dan menduduki posisi tertinggi sebagai ketua di lembaga legislatif tersebut. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor yang mengantarnya sebagai Bupati Bogor pertama melalui Pilkada secara langsung pada 2008. RY juga sempat menyandang jabatan sebagai Ketua DPW PPP Jawa Barat.

Saat menjabat sebagai Bupati Bogor periode pertama ini, RY semakin tenar. Gaya kepemimpinannya yang merakyat membuat sebagian besar warga Kabupaten Bogor sangat senang kepadanya. RY menyambangi warganya hingga ke pelosok-pelosok kampung melalui program Rabu Keliling (Boling) dan Jum’at Keliling (Jumling). Tentu saja ini menjadi catatan bagus bagi warga Kabupaten Bogor karena pada masa  sebelumnya jarang sekali dikunjugi oleh Bupatinya.

Di dalam kunjungannya, RY mengajak jajarannya untuk mendengarkan aduan warganya secara langsung. Tidak sedikit persoalan yang dia selesaikan di dalam forum yang dikemas santai tersebut. Banyak pejabat yang barangkali panas kupingnya karena dikritik di depan umum oleh masyarakat dan ditegur langsung oleh Bupatinya.

RY juga tidak segan-segan membagikan uangnya kepada masyarakat. Anggota Linmas atau Hansip yang bertugas di desa-desa menjadi yang paling sering menerima uang dari kocek RY secara langsung. Dengan gayanya yang penuh kelakar, RY kerap melontarkan pertanyaan-pertanyan ringan dengan imbalan uang bagi warga yang bisa menjawabnya.

Di setiap program Shalat Jumat Keliling (Jumling), RY juga selalu membawa bantuan untuk pembangunan Masjid. Selain dari APBD, tidak jarang RY menambahkan jumlah bantuan untuk Masjid dari uang pribadinya. Marbot atau petugas kebersihan Masjid tidak luput dari perhatiannya, belum lagi kyai-kyai kampung yang dia kunjungi secara khusus.

Selain pandai menarik simpatik rakyat, RY juga disegani lawan politiknya. Manuver-manuver politiknya seringkali sulit ditebak dan mengecoh lawannya. Semisal dalam sebuah diskusi menyoal isu pemekaran Kabupaten Bogor Barat dengan Cigudeg sebagai pusat kota yang sudah dikaji secara matang, tetiba RY menyodorkan gagasan baru menjadikan Rumpin sebagai daerah yang paling ideal menjadi Ibukota Bogor Barat. Sontak pernyataan RY membuat gusar aktifis dan politisi yang sedang memperjuangkan daerah otonomi baru tersebut.

Di internal partainya, RY juga sempat membuat heboh. Ia mengumpulkan puluhan Ketua DPW PPP di Bogor untuk tidak menghadiri undangan Rapimnas oleh Ketua Umum PPP yang saat itu dipimpin oleh Surya Darma Ali.

Redup

Besar di lingkungan keluarga yang agamis, menjadikan RY tidak mengalami kesulitan untuk menarik hati para ustad dan kyai kampung. Dari merekalah kemudian RY semakin mendapat tempat di hati warga Kabupaten Bogor. Karena itu, pada Pilkada 2013, RY kembali memenangkan pemilihan dan menjadi Bupati Bogor untuk periode yang kedua.

Namun, di periode kedua RY mulai meredup. Bahkan boleh dibilang segala kemegahan popularitas yang dia bangun menjadi runtuh seketika. Belum genap lima bulan setelah dilantik sebagai Bupati Bogor untuk periode kedua, RY harus berurusan dengan KPK. Diawali dengan penangkapan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan yang ditugaskan RY untuk menerima uang suap dari seorang pengusaha pada 6 Mei 2014, RY dijemput di rumah kediamannya dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada 7 Mei 2014.

Bagaikan pelaku kriminal umum, RY menjalani rekonstruksi atas dugaan pidana korupsi yang dilakukannya. Penyidik meminta dirinya memperagakan adegan demi adegan untuk memperjelas bukti kejahatannya. Rekonstruksi dilakukan di sejumlah lokasi dari rumah makan hingga ke rumah Dinas Bupati di Kompleks Tegar Beriman. Adegan rekontruksi yang menjadi tontonan warga ini tentu sangat mempermalukan RY.

RY kemudian divonis bersalah dan harus menjalani hari-hari di penjara. RY yang waktu itu masih berstatus sebagai Bupati diberhentikan dari jabatannya.

Nahasnya, kasusnya tidak berhenti hanya sebatas suap  penerbitan rekomendasi kawasan hutan. Dari pokok perkara itu, Penyidik KPK melakukan pengembangan kasus dugaan korupsi APBD dari pemotongan pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Selama menjabat Bupati Bogor 2008-2014, RY diduga menerima uang setoran Rp 8,9 miliar dari pemotongan tersebut. Dana sebesar itu menurut KPK, digunakan untuk biaya politik RY dalam pencalonannya sebagai Bupati Bogor pada Pilkada 2013.

Bukan hanya itu, RY juga diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dan Mobil Toyota Velfire senilai Rp825 juta untuk permohonan izin pembangunan pondok pesantren dan Kota Santri di Kecamatan Jonggol.

Penyidikan kasus ini dibuka kembali oleh KPK.  Pada 24 Mei 2019 atau kurang lebih satu bulan setelah selesai menjalani hukuman, RY ditetapkan kembali sebagai tersangka. RY juga telah mengembalikan uang sejumlah Rp 8,9 miliar kepada negara melalui KPK. Setelah beberapa kali melakukan pemeriksaan, Kamis 13/8/2020 KPK kemudian kembali menahan RY.

Kemarau satu tahun dihapus hujan sehari, pepatah itu pernah ditulis RY di laman media sosial pribadinya. Barangkali satu hari hujan itu mengawali kemarau panjang pada hari-harinya kemudian. Ia juga mengunggah postingan “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” sambil menyertakan beberapa Poto kegiatannya. “Harapan itu masih ada” tulis RY.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed