by

PSBMK Diperpanjang, Pedestarian SSA Ditutup Sementara

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menutup untuk sementara pedestarian sepanjang jalur Sistem Satu Arah (SSA) selama masa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK).

Perpanjangan kedelapan pembatasan sosial berskala besar berbasis mikro dan komunitas dalam penanganan Covid-19 di Kota Bogor ini berlaku selama dua pekan terhitung mulai 15 sampai dengan 29 September 2020.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, Pemkot Bogor dalam PSBMK kali ini memutuskan penutupan untuk sementara pedestrian jalur SSA atau seputaran Kebun Raya Bogor. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi lonjakan kerumunan orang di lokasi fasilitas publik tersebut.

“Untuk sementara pedestrian tidak boleh digunakan untuk beraktivitas, seperti olahraga, lari, jogging, gowes, skateboard dan apapun kecuali hanya sekedar untuk menunggu kendaraan atau akses publik. Karena ini salah satu titik rawan, untuk menghindari kerumunan di pusat kota, salah satunya langkah kita adalah menutup jalur pedestrian dan tempat-tempat olahraga lainnya yang dikelola Pemkot Bogor,” kata Bima di Balaikota Bogor, Senin (14/9/2020).

Selain itu, Pemkot Bogor pada masa perpanjangan PSBMK ini melakukan penguatan di wilayah, khususnya di tingkat RW yang masuk kategori zona merah atau resiko tinggi penularan Covid-19.

Melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dibawah pimpinan Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim akan membangun kolaborasi dengan membentuk unit edukasi dan unit pengawasan.

“Unit edukasi ini akan melibatkan dokter-dokter yang dikomandani oleh Ketua IDI dan juga akan melibatkan para tokoh agama, ada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga ada Forum Komunikasi Umat Beragama(FKUB). Unit edukasi inilah yang akan secara gencar setiap hari berkeliling untuk memberikan pemahaman tentang covid-19. Karena menurut kita pondasinya adalah edukasi,” terangnya.

Sedangkan dibentuknya unit pengawasan tersebut, lanjut Bima, untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung ke Kota Bogor sebagai akibat atau ekses yang mungkin saja terjadi dengan adanya pembatasan jam operasional atau aktivitas di sektor wisata dan rumah makan di Jakarta.

“Artinya seluruh titik-titik yang berpotensi untuk terjadinya pelanggaran protokol kesehatan akan diawasi oleh tim pengawas ini yang akan berpatroli setiap hari. Unsurnya siapa? Teman-teman pemuda di bawah koordinasi KNPI, karang taruna, dan juga HIPMI dengan disupervisi oleh TNI/Polri dan Satpol PP. Ini mulai besok (Selasa, 15 September 2020) dua unit ini dibawah gugus tugas akan menguatkan edukasi dan pengawasan,” jelas Bima.

Adapun poin yang menjadi kesepakatan lain dalam rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan stakeholder terkait mengenai pembatasan aktivitas warga pada jam malam tetap berlaku .

“Jam 9 malam tidak ada lagi aktivitas keramaian, nongkrong. Tetapi upaya mencari nafkah terutama pedagang kecil, PKL yang tidak mengundang keramaian itu masih bisa ditolerir. Tetapi di atas jam 9 malam tidak ada aktivitas yang mengundang kerumunan warga,” ujarnya.

Sementara untuk jam operasional unit usaha batasnya menjadi jam 8 malam. “Kami pun berkolaborasi dengan teman-teman pengusaha, teman-teman pengelola kafe, kedai kopi dan rumah makan, untuk menyepakati protokol kesehatan yang ada. Kemudian kita ingatkan lagi kepada restoran, bahwa tetap aturan PSBB berlaku adanya pembatasan pengunjung, maksimal 50 persen dari kapasitas. Itu harus dipahami,” tambah Bima.

Bima juga mengingatkan ada sanksi tegas bila ada unit usaha yang melanggar. Sanksinya mulai teguran, denda hingga pencabutan izin usaha. “Jadi sekali lagi penindakan akan lebih tegas terhadap unit usaha yang melanggar. Mulai dari ditutup hari itu juga apabila ada pelanggaran, apabila dilanggar lagi diberlakukan denda, dan apabila terus dilanggar akan ditutup izin usahanya,” ungkapnya.

Bima juga meminta kepada seluruh unit usaha masing-masing, termasuk mal, resto dan lain-lain untuk membentuk Satgas Covid. “Jadi membentuk Satgas Covid tersendiri di setiap unit usaha yang akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor,” tandasnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed